Tepung beras hitam


Resep Bolu Kukus Beras Hitam

Bolu kukus beras hitam

Beras hitam yang kaya manfaat, tinggi serat dan antioksidan ternyata cocok diolah menjadi berbagai macam kue. Hasilnya kue yang empuk, berbau wangi, dan tentu saja kaya akan nilai gizi. Oiya, beras hitam disini maksudnya bukan beras ketan hitam ya..Selain bolu kukus, banyak resep lain yang bisa dikembangkan seperti brownies, kue mangkok, bugis, putu, dll

Bahan :

Tepung beras hitam 300 gram

Gula 250 gram

Telur ayam 4 buah

Margarin 250 gram (cairkan)

Emulsifier (TBM) 1 sdt

Vanili ¼ sdt

Garam secukupnya

Keju

 

Cara membuat :

1. Kocok telur, gula, emulsifier sampai mengembang. Sementara itu, panaskan kukusan, beri serbet tutup kukusan

2. Tambahkan tepung beras hitam, vanili, garam, dan margarine. Aduk sampai rata.

3. Masukkan adonan ke dalam cetakan. Kukus sampai matang (kira-kira 30 – 40 menit)

4. Keluarkan kue dari cetakan, lalu beri hiasan parutan keju.

Hmmm..selamat menikmati, kue wangi khas beras hitam yang bertabur keju.

 

Tepung beras hitam dapat dipesan disini

Email : alya_faidza@yahoo.com

 

BERAS HITAM


BERAS HITAM

Pertama kali saya mengetahui beras ini dari internet. Saat searching berita, kebutulan saya membaca artikel tentang manfaat dari beras hitam ini. Saya tertarik untuk mengenalnya lebih jauh. Saya mencari lebih banyak berita dan jurnal-jurnal penelitian yang berkalitan dengan beras hitam. Sampai pada akhirnya, saya mencari sendiri keberadaan beras hitam di Kota Bandung. Saat itu, saya belum berhasil menemukan beras yang dimaksud di Bandung. Saya dan suami mencari-cari informasi pada pedagang beras dan akhirnya ada yang member informasi kalau beras tersebut bisa di beli di lembang.

Akhirnya kami ke lembang untuk mencari beras hitam. Alhamdulillah akhirnya ketemu. Saya mencoba memasak dan mengkonsumsi sendiri beras ini. Bentuknya hitam seperti ketan hitam dan berbau wangi. Rasanya enak, apalagi saat panas. Namun, beras ini terasa lebih pera dibanding beras putih.

Dari artikel-artikel yang saya baca, beras ini mengandung serat yang tinggi. Indeks glikemiknya rendah sehingga sangat bagus untuk pengganti beras putih bagi penderita diabetes mellitus.

Dari sana, saya lalu mengajukan proposal penelitian di kantor tempat saya bekerja, berkaitan dengan pengaruh pemberian beras hitam terhadap penderita diabetes mellitus.

Alhamdullilah, dari data penelitian tersebut, ternyata banyak responden yang mengalami penurunan kadar gula darah setelah seminggu konsumsi beras hitam. Mereka juga mengaku, kalau BAB (buang air besar) lebih lancar dan teratur.

Dari pengalaman tersebut, saya akhirnya tertarik untuk memasarkan beras hitam ini. Karena beras ini belum begitu familiar di kota Bandung.

Bagi anda yang berminat dapat email ke

alya_faidza@yahoo.com

atau face book

http://www.facebook.com/#!/pages/Beras-hitam/313574398696229

Wah, Indonesia Urutan Keempat Penderita Diabetes Terbanyak di Dunia


Penderita diabetes dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, bahkan Indonesia termasuk salah satu negara memiliki penderita terbesar penyakit tersebut. Menurut Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Pusat Prof Sidartawan Soegondo, Indonesia merupakan negara keempat penyumbang terbesar penderita diabetes di dunia dengan jumlah diperkirakan mencapai tujuh juta orang, setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

 

“Berdasarkan data tahun 2007 saja diperkirakan penderita diabetes sudah mencapai sekitar 5,6 persen atau 7 juta orang dari 200 juta penduduk Indonesia di atas usia 15 tahun menderita diabetes,” katanya usai melantik pengurus Persadia Kota Medan periode 2012-2015.

Soegondo menambahkan, penderita diabetes di Indonesia cenderung terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang sebagian besar disebabkan faktor keturunan dan pola hidup yang tidak sehat.

Menurut dokter spesialis diabetes dr Dharma, penyakit ini memiliki empat jenis yakni diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan) dan diabetes bentuk lain. Diabetes tipe 1 terjadi akibat kekurangan insulin karena pankreas tidak berfungsi dengan baik.

Tidak berfungsinya pankreas dalam memproduksi insulin merupakan bawaan sejak lahir. Kebutuhan insulin terpaksa dipasok dari luar tubuh.

Sementara itu diabetes tipe 2 terjadi akibat insulin yang diproduksi pankreas tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Diabetes jenis ini juga bisa terjadi karena tubuh tidak merespon secara wajar kerja insulin dalam tubuhnya.

Diabetisi tipe 2 ini tidak selalu memerlukan pasokan insulin dari luar karena pankreasnya masih bisa memproduksi insulin sendiri. Maka, ia sering disebut sebagai diabetes yang tidak tergantung insulin.

“Diabetes tipe 2 adalah diabetes yang paling banyak disandang oleh seluruh diabetisi di dunia. Di Indonesia jumlahnya mencapai 90 persen diabetisi,” katanya.

sumber : www.republika.co.id

Untuk mengatasinya, sebagai pengganti beras putih, kita dapat menggunakan Beras Hitam sebagai alternatif pengganti

temukan solusinya di http://www.facebook.com/pages/Beras-hitam/313574398696229

Makan Nasi Putih Tingkatkan Risiko Diabetes


Makan nasi putih bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Hasil ini didapatkan dari review melalui empat penelitian yang melibatkan 350 ribu orang responden. Empat penelitian ini dilakukan di Cina, Jepang serta Amerika Serikat dan Australia.

Dari hasil penelitian, orang Asia cenderung memiliki asupan yang jauh lebih tinggi daripada makanan orang Barat, rata-rata 3-4 porsi sehari dibandingkan dengan satu atau dua porsi per minggu. Orang-orang Asia yang banyak makan nasi ini, menurut penelitinya, Dr Qi Sun, dari Harvard School of Public Health, Boston, AS, juga memliki risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2.

“Makan nasi putih sesekali saja tidak apa-apa, tapi kalau kebanyakan risiko kena diabetesnya lebih besar,” ujarnya seperti dilansir dari Dailymail, Ahad, (18/3).

Mengapa nasi putih bisa lebih meningkatkan risiko diabetes tipe 2? Karena efek nasi putih pada kadar gula darah, yaitu pada indeks glikemik (GI), relatif tinggi. Indeks glikemik inilah yang mengukur seberapa cepat glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah setelah makan.

Makanan GI rendah seperti beras merah memecah perlahan, yang membuat orang merasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula darah lebih stabil. Nasi dari beras merah, berarti lebih baik dikonsumsi untuk terhindar dari Diabetes tipe 2.

Nasi putih juga memiliki nutrisi yang lebih sedikit, termasuk serat dan magnesium. Padahal kedua zat ini bisa membantu mencegah diabetes tipe 2.

Ahli gizi utama di Rumah Sakit St George, London, Inggris, Catherine Collins, mengatakan peningkatan konsumsi beras putih pada orang Asia mungkin bisa menjadi faktor risiko terkena diabetes. Namun untuk orang Eropa dan Amerika, faktor risikonya berbeda.

Walaupun orang barat tak makan nasi putih, bukan berarti mereka bisa terbebas dari faktor risiko penyebab diabetes tipe 2. “Ada pola makan dan gaya hidup yang menyebabkannya, tapi di asia dan barat berbeda,” ujarnya.

sumber : www.republika.co.id

Untuk mengatasinya, sebagai pengganti beras putih, kita dapat menggunakan Beras Hitam sebagai alternatif pengganti

temukan solusinya di http://www.facebook.com/pages/Beras-hitam/313574398696229

Beras Hitam Solusi Makanan Pengganti Beras Putih untuk Diabetes


Peningkatan pendapatan per kapita dan perubahan gaya hidup terutama di kota-kota besar, menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung koroner (PJK), hipertensi, hiperlipidemia, diabetes mellitus dan penyakit degenatif lainnya. Data dari World Health Organization (WHO) jumlah penderita Diabetes Mellitus seluruh dunia pada tahun 2000 adalah 171.000.000. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat sehingga pada tahun 2030 menjadi 366.000.000. Di Indonesia sendiri jumlah penderita jumlah penderita Diabetes pada tahun 2000 adalah 8.426.000 dan diperkirakan menjadi 21.257.000 pada tahun 2030 (WHO, 2011).

Penderita diabetes mellitus mengalami kenaikan kadar gula darah yang signifikan setelah mengkonsumsi makanan pokok tinggi karbohidrat seperti nasi dari beras putih. Padahal, nasi sudah menjadi makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Oleh karena itu, perlu mencari solusi bahan makanan pokok yang lebih aman. Memang, banyak alternatif makanan lain pengganti makanan pokok selain nasi seperti singkong, ubi, kentang, jagung dan roti. Namun, makanan tersebut bukan berasal dari beras yang secara psikologis beras lebih memberikan rasa kenyang bagi sebagian besar orang Indonesia. Lagi pula, makanan tersebut masih mempunyai indeks glikemik yag cukup besar.

Nah, sebagai solusi, Anda bisa memilih Beras Hitam.

 

-          Apa itu beras hitam

Sesuai namanya, beras ini berwarna hitam. Namun, beras hitam bukanlah beras ketan hitam yang selama ini sudah familiar di masyarakat. Beras hitam (Oryza sativa L.indica), merupakan jenis beras yang mengandung antosianin dalam aleron yang lebih tinggi dibanding beras putih.

Dahulu beras hitam biasa dikonsumsi sebagai makanan sehat di daerah Cina. Hanya kalangan tertentu saja seperti kalangan bangsawan yang boleh mengkonsumsi beras hitam. Masyarakat biasa tidak boleh mengkonsumsi beras istimewa ini. Oleh karena itu, beras hitam ini disebut juga “beras terlarang” atau “forbidden rice”.

Budidaya beras hitam termasuk sulit dibandingkan dengan beras putih. Usia panen beras hitam relatif lebih lama dibandingkan dengan beras putih. Beras hitam mempunyai batang padi yang lebih tinggi. Beras ini juga berbau wangi, oleh karen itu, beras hitam ini lebih disukai oleh burung. (Ternyata burung pun bisa memilih makanan yang berkualitas).

-          Kandungan beras hitam

Sebenarnya apa saja kandungan beras hitam?

Dari Tabel Komposisi Pangan Indonesia dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (2009) kandungan zat gizi beras hitam dan beberapa jenis beras dalam 100 gram bahan makanan adalah seperti pada tabel berikut ini.

TABEL

KOMPOSISI GIZI BERBAGAI BERAS

No Nama bahan Energi (kkal) Protein (gram) Karbohidrat (gram) Lemak (gram) Serat (gram)
1 Beras hitam 351 8 1,3 76,9 20,1
2 Beras putih 357 8,4 1,7 77,1 0,2
3 Beras merah 352 7,3 0,9 76,2 0,8
4 Beras ketan putih 361 7,4 0,8 78,4 0,4
5 Beras ketan hitam 360 8 2,3 74,5 1

Dari tabel diatas terlihat bahwa kandungan serat beras hitam sangatlah tinggi jika dibandingkan dengan beras putih yang biasa dikonsumsi masyarakat. Serat sangat berpengaruh dalam pengaturan kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Menurut Penuntun Diet Penyakit Diabetes Mellitus, asupan serat bagi pasien diabetes mellitus dianjurkan sejumlah 25 gram/hari 14. Tjokroprawiro (1996) mengatakan dalam diet Diabetes Mellitus juga diperlukan serat yang dapat menekan kadar glukosa darah sesudah mengkonsumsi makanan.  Serat ini bisa menghambat penyerapan glukosa makanan sehingga sangat membantu dalam mengendalikan kadar gula darah 8.

-          Indeks Glikemik beras hitam

Berdasarkan indeks glikemik, makanan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu makanan dengan indeks glikemik rendah (indeks glikemik <55), makanan dengan indeks glikemik sedang (indeks glikemik antar 55-75) dan makanan dengan indeks glikemik tinggi (indeks glikemik >75) 23.Menurut penelitian dari Yang et al, 2006 indeks glikemik beras hitam jauh lebih rendah daripada beras putih. Indeks glikemik beras hitam adalah sekitar 42,3±9,0, sedangkan indeks glikemik dari beras putih adalah 82,3±3,1.

-          Berdasarkan kelompok tersebut beras hitam termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik rendah dan beras putih termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik tinggi. Mengkonsumsi makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah akan memperlama rasa kenyang dan mampu menjaga kestabilan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi tidak bagus untuk penderita diabetes mellitus dan orang yang mengalami gangguan keseimbangan kadar gula darah 23.

Bagi yang berminat untuk mencoba beras hitam

Dapat menghubungi kami

Email : alya_faidza@yahoo.com

Makanan Pendamping ASI (MPASI) Pertama


Saat ini usia si kecil sudah menginjak 6 bulan. Tentu dia mulai membutuhkan makanan lain selain ASI Bunda, karena kalau mengandalkan ASI Bunda tentu tidak akan mencukupi kebutuhan si kecil yang sudah meningkat. Nah, kira-kira Makanan Pendamping ASI apa yang cocok untuk buah hati di awal-awal ini?
Sebagai tahap awal, bunda bisa memberikan bubur susu. Bubur susu ini merupakan makanan yang disarankan sebagai tahap perkenalan untuk bentuk makanan yang lebih padat dibanding susu atau ASI. Apa saja contoh bubur susu ini?
1. Tepung beras + ASI/susu formula
Ini merupakan bubur susu yang bisa pertama diberikan pada si kecil sebagai tahap perkenalan dengan MPASI. Cara bikinnya juga gampang sekali. Ambil satu sendok makan tepung beras, lalu tambahkan sekitar 3 sendok tepung susu formula, tambahkan kira2 setengah gelas air, aduk-aduk, lalu masak sampai matang. Saat memasak, aduk aduk terus agar tidak terjadi penggumpalan tepung. Susu formula bisa diganti dengan ASI jika bunda mempunyai ASI yang cukup.
Dihari pertama, jumlah susu agak banyak dibanding tepung , kemudian selanjutnya bisa dikurangi. Berikan bubur ini sekitar 3 hari.

2. Sayuran + ASI/susu formula
Setelah bubur susu tepung beras, bunda bisa memberikan bubur susu sayuran. Untuk pertama kali, berikan satu jenis sayuran dalam setiap pemberian makan. Contoh sayuran yang bisa digunakan : wortel, bayam, kangkung, katuk, dll. Contoh : bubur susu wortel . Kupas satu buah wortel, lalu blender, tambahkan susu dan masak sampai matang. Bisa juga wortelnya dikukus terlebih dahulu lalu diblender dengan susu. Sajikan.

3. Buah + ASI/susu formula
Berikan buah-buahan setelah si kecil diperkenalkan dengan sayur-sayuran. Karena rasa buah-buahan yang manis cenderung lebih mudah diterima bayi dibanding sayuran. Berikan satu jenis buah-buahan dalam setiap pemberian untuk tahap perkenalan. Buah-buahan yang bisa digunakan adalah yang matang, tidak terlalu asam, dan mudah didapat. Contohnya Pisang, alpukat, papaya, dll. Untuk buah jeruk, sebaiknya diberikan setelah bayi berusia diatas 7 bulan. Cara membuatnya sama seperti bubur sayuran. Untuk buah-buahan yang lembut seperti pisang, alpukat, pepaya, dapat diberikan langsung setelah dihaluskan dan ditambah susu. Sedang untuk buah-buahan yang agak keras, sebaiknya dikukus terlebih dahulu.

Nah, itu adalah makanan pendamping ASI yang dapat diberikan pertama kali. Sekarang tinggal menyuapi si kecil. Ayo sayang, buka mulutnya……hmmm

IKAN, MENU SEHAT DAN LEZAT


Saya dan suami yang berasal dari Sumatra sangat menyukai makan ikan, terutama ikan tongkol. Saya merasa heran di pulau jawa, saya banyak menemukan orang yang tidak begitu menyukai menu dari ikan. Paling menu ikan yang sering mereka gunakan adalah ikan asin, ikan pindang atau ikan air tawar. Padahal menurut selera saya menu dari ikan justru paling tidak tidak membosankan dibandingkan menu dari ayam, daging atau telur. Karena ikan mempunyai banyak jenis. Contohnya saja ikan laut seperti tongkol, selar,  kakap, tuna, bawal, bader,talang, patin, tenggiri, ikan sebelah, layur,  kembung (kembung pun ada beragam, kalau di Padang ada yang namanya gambolo, suaso, dll).

Di Bandung, saya sulit sekali menemukan penjual ikan yang menjual ikan yang betul-betul segar seperti yang sering saya temukan waktu di Padang dulu, penjual ikan menjual ikan bukan ikan yang diawetkan dengan es, tetapi masih segar dan bercampur pasir. Rasanya ikan segar ini enak sekali, gurih, manis dan fresh.

Ditinjau dari segi gizi, menu makanan hewani dari ikan merupakan menu yang lebih sehat dibandingkan menu yang berbahan dasar ayam, daging dan telur. Ikan mengandung banyak lemak omega 3 yang berguna untuk kesehatan, rendah kolesterol dan mengandung kadar protein yang tinggi.

Ikan pun dapat diolah menjadi berbagai macam sajian yang lezat, seperti sop, asam pedas, gulai , bakar, pepes, rendang, berbagai macam variasi gorengan seperti goreng biasa, balado, goreng tepung, dan lain-lain.

Ngomongin masalah ikan, saya jadi lapar…mau makan ikan masak apa ya hari ini??? Hmmm……

LILITAN TALI PUSAR, HARUSKAH OPERASI?


Pasrah dan Terus Berdoa

Ini cuma sekedar berbagi pengalaman saya saat melahirkan anak pertama kami, Rafly Maheswara pada tanggal 8 November 2009 lalu.

Saat usia kehamilan saya sekitar 6 bulan, sewaktu USG, kondisi bayi saya masih sungsang. Saat itu dokter mengatakan posisi bayi akan bisa berubah saat usia kehamilan 7 bulan. Dirumah saya dan suami terus berdoa agar posisi bayi kami berubah. Suami saya sering berbicara ke janin, yang sudah kami panggil Rafly, agar merubah posisinya sambil mengusap-usap perut saya.

Saat usia kehamilan memasuki 7 bulan, ternyata posisi bayi saya sudah normal. Alhamdulillah, saya senang sekali. Namun, dokter mengatakan kalau bayi kami ada lilitan tali pusar , 2 buah. Waktu itu dokter mengatakan kalau lilitan tali pusar itu masih ada kemungkinan lepas, dan akan dilihat perkembangannya berikutnya. Kami terus berdoa dan berharap agar lilitan tali pusar bisa lepas, karena saya dan suami menginnginkan untuk lahir normal. Karena saya sangat takut dengan yang namanya darah dan alat-alat kedokteran seperti jarum suntik, apalagi pisau bedah.

Saat kehamilan saya sudah 8 bulan, ternyata lilitan tali pusar itu belum juga lepas. Saat itu saya sudah mulai rutin kontrol seminggu sekali. Minggu berikutnya atau saat kehamilan saya menginjak usia 8 bulan lebih seminggu, kami kontrol lagi ke dokter, saat itu tanggal 7 November. Ternyata lilitan tali pusar masih ada.

Sehabis di USG, dokter berbicara dengan kami, beliau menyarankan untuk operasi karena lilitan tali pusar 2 buah dan bayi saya termasuk besar saat dilahirkan nanti. Beliau juga menjelaskan resiko-resiko yang mungkin terjadi kalau melahirkan secara normal. Saat itu perawat yang membantu dokter kandungannya juga menyarankan untuk operasi. Daripada nanti ada resiko leher bayi terikat dengan tali pusarnya, sebaiknya ibu mengikuti saran dokter untuk operasi, karena kalau lilitan telat dilepas, bisa fatal resikonya, begitu saran sang perawat . Dokter akan menjadwalkan operasi sekitar 2 minggu sebelum hari perkiraan lahir. Saat itu HPL-nya tanggal 1 Desember. Jadi masih ada waktu sekitar 23 hari lagi sebelum HPL. Dokter menyuruh kami untuk kembali kontrol minggu depan dan menentukan tanggal operasi.

Saat keluar dari ruangan praktik dokter kandungan yang nyaman itu, saya dan suami rasanya lemas. Saat itu, saya belum mengambil cuti. Saya baru mengajukan cuti tanggal 9 November. Setelah periksa dokter, saya dan suami kembali bekerja. Saat itu , ditempat kerja saya rasanya stress, saya tidak bisa berkonsentrasi untuk bekerja dan hanya bercerita dengan teman-teman tentang kandungan saya. Mereka pun menguatkan dan mengatakan kalau pun harus operasi bukanlah hal yang musti ditakutkan. Ternayat suami juga merasakan hal yang sama dengan saya.

Sepulang kerja, saat itu hari Sabtu, jadi pulang lebih cepat, saya dan suami mampir di pusat perbelanjaan untuk menambah koleksi baju dan persiapan lahiran Rafly. Sampai di rumah, saya rasanya lelah sekali. Walaupun masih takut dengan rencana operasi, tetapi saya dan suami berusaha untuk pasrah.

Jam 7.30 malam, saya sudah tidur. Lalu bangun jam 9 untuk makan malam, dan sehabis itu tidur lagi. Jam 11 malam, saya terbangun karena saya merasa ada sesuatu yang basah seperti pipis tetapi saya tidak merasa ingin pipis. Saya ke kamar mandi, ternyata di kamar mandi makin banyak keluar cairan bening tersebut. Saya mulai curiga jangan-jangan itu adalah air ketuban, karena sebelumnya saya sudah baca-baca artikel kehamilan dan melahirkan di internet.

Kami lalu kerumah sakit sekitar jam 12 malam. Saat diperiksa oleh bidan jaga, ternyata itu adalah air ketuban dan saya sudah buka an 2. Karena sebelumnya dokter sudah rekomendasi untuk operasi, saya lalu disuruh puasa untuk persiapan operasi besok sekitar jam 9 pagi.

Saat itu saya belum merasakan mules atau sakit sedikitpun. Jam 1.30 pagi, saya diantar ke ruang perawatan untuk istirahat. Baru 15 menit disana, saya merasa mules dan frekuensinya makin lama makin cepat. Lalu perawat membawa saya keruang persalinan karena agar saya lebih “leluasa dengan mulesnya” tanpa mengganggu pasien lain.

Rasa mules makin hebat. Dan bukaan saya makin lama makin banyak. Jam 3 pagi , saya sudah bukaan 6. Karena bukaan makin lama makin banyak, jam 4 pagi, saya diputuskan untuk lahir normal dan disuruh minum untuk menambah tenaga.

Setelah berjuang melawan rasa mules, akhirnya jam 6.50 tanggal 8 November 2009, anak kami lahir ke dunia dengan persalinan normal. Dengan bantuan dokter dan perawatan yang sigap dan cekatan, anak kami keluar dengan sehat dan selamat. Saat baru keluar, saya melihat dokter langsung mengunting tali pusar yang melilit di leher Rafly. Rasanya plong sekali, hilang sudah ketakutan ketakutan selama ini. Saya sangat bersyukur sekali, karena baru kemarin dokter memvonis harus operasi, ternyata besoknya Rafly lahir dengan normal.

Terima Kasih Allah, jadikanlah Rafly anak yang soleh dan bisa mewujudkan harapan ayah bundanya, sesuai dengan nama yang kami kasih “ Rafly Maheswara” yang berarti Raja Besar yang Bijaksana. Amiiinnn….

Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT)



Normalkah berat badan saya? Mungkin pertanyaan itu sering terlintas di benak kita saat melihat pantulan diri di cermin. Ketakutan akan kelebihan berat badan sering menghantui terutama bagi para wanita.

Salah satu indikator yang biasa dipakai untuk mengukur kategori berat badan seseorang adalah Indeks Massa Tubuh atau yang singkat dengan IMT. Bagaimana cara menghitung IMT? Caranya adalah dengan : berat badan (kilo gram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (meter).

Rumus IMT = Berat Badan : Tinggi Badan2

Ingat, satuan berat badan yang digunakan adalah kilogram (kg) dan satuan tinggi badan adalah meter (m)

Lalu, setelah kita mendapatkan IMT, cocokkan hasilnya dengan kategori yang ada. Untuk orang  Asia dewasa, kategori IMT adalah sebagai berikut :

KLASIFIKASI

IMT (kg/m2)

BB kurang

BB normal

BB lebih

- Preobesitas

- Obesitas I

- Obesitas II

< 18,5

18,5 – 22,9

23

23 – 24,5

25 – 29,9

> 30

Artinya, jika Anda mendapatkan IMT 20,5 berarti Berat Badan Anda termasuk dalam kategori normal.

Selamat Menghitung IMT Anda

Ungkapan Sayang Dalam Sepiring Sop Buntut Goreng


Kado Ultahku yang ke-24

Kemarin, tepatnya tanggal 9 Maret, saya ulang tahun yang ke 24. Ini merupakan ulang tahun pertama setelah pernikahan. Tidak terasa, sudah 24 tahun saya tinggal di dunia ini. Hmmm waktu yang cukup lama, tetapi di rasa sangat singkat untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang tersayang.

Hari itu, suami berjanji mengajak jalan-jalan untuk membeli baju sebagai kado ulang tahun. Sehabis sholat dzuhur, kami siap-siap berangkat. Namun, hujan sangat deras disertai petir. Karena takut kehujanan dan terjebak kemacetan di tengah jalan yang pada saat hujan akan tergenangi air, kami memutuskan untuk tidak jadi berangkat.

Sore harinya, suami berkata ”Sayang, nanti uda masakin sup buntut goreng ya, de mau kan?”. Mendengar tawaran seperti itu, rasanya senang sekali. Saya pun langsung meng-iyakan. Suamiku memang jago untuk urusan masak-memasak, bahkan jauh lebih pandai daripada aku sendiri. Walaupun begitu, untuk urusan masak sehari-hari tetap saya yang mengerjakan sebagai istri, namun tak jarang dia juga ikut membantu.

Malam harinya, dia terlihat sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk memasak. Waktu saya ikut melihat kegiatannya, dia berkata ”De istirahat aja, biar uda aja yang masak”. Mungkin dia tidak ingin diganggu dalam menyiapkan makan malam yang istimewa itu.

Sekitar satu jam, sudah terhidang dua porsi sup buntut goreng. Buntut sapi yang dipenuhi daging terlihat sangat menggoda selera, ditambah dengan potongan kecil tomat matang dan dihias dengan cabe merah panjang. Sesendok nasi putih yang masih panas menemani sajian yang ditata dalam piring kaca persegi. Lampu hias dengan cahaya kuning temaram disertai lagu Because of You dan alunan musik Kenny G menemani kami di malam yang spesial bagiku.

Sungguh makan malam yang romantis. ” Uda, terima kasih ya”.

” Sama-sama” jawabnya sambil menciumku.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.