Archive for March 12th, 2009
Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT)
Normalkah berat badan saya? Mungkin pertanyaan itu sering terlintas di benak kita saat melihat pantulan diri di cermin. Ketakutan akan kelebihan berat badan sering menghantui terutama bagi para wanita.
Salah satu indikator yang biasa dipakai untuk mengukur kategori berat badan seseorang adalah Indeks Massa Tubuh atau yang singkat dengan IMT. Bagaimana cara menghitung IMT? Caranya adalah dengan : berat badan (kilo gram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (meter).
Rumus IMT = Berat Badan : Tinggi Badan2
Ingat, satuan berat badan yang digunakan adalah kilogram (kg) dan satuan tinggi badan adalah meter (m)
Lalu, setelah kita mendapatkan IMT, cocokkan hasilnya dengan kategori yang ada. Untuk orang Asia dewasa, kategori IMT adalah sebagai berikut :
|
KLASIFIKASI |
IMT (kg/m2) |
|
BB kurang BB normal BB lebih - Preobesitas - Obesitas I - Obesitas II |
< 18,5 18,5 – 22,9 23 23 – 24,5 25 – 29,9 > 30 |
Artinya, jika Anda mendapatkan IMT 20,5 berarti Berat Badan Anda termasuk dalam kategori normal.
Selamat Menghitung IMT Anda
4 comments March 12, 2009
Ungkapan Sayang Dalam Sepiring Sop Buntut Goreng
Kado Ultahku yang ke-24
Kemarin, tepatnya tanggal 9 Maret, saya ulang tahun yang ke 24. Ini merupakan ulang tahun pertama setelah pernikahan. Tidak terasa, sudah 24 tahun saya tinggal di dunia ini. Hmmm waktu yang cukup lama, tetapi di rasa sangat singkat untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang tersayang.
Hari itu, suami berjanji mengajak jalan-jalan untuk membeli baju sebagai kado ulang tahun. Sehabis sholat dzuhur, kami siap-siap berangkat. Namun, hujan sangat deras disertai petir. Karena takut kehujanan dan terjebak kemacetan di tengah jalan yang pada saat hujan akan tergenangi air, kami memutuskan untuk tidak jadi berangkat.
Sore harinya, suami berkata ”Sayang, nanti uda masakin sup buntut goreng ya, de mau kan?”. Mendengar tawaran seperti itu, rasanya senang sekali. Saya pun langsung meng-iyakan. Suamiku memang jago untuk urusan masak-memasak, bahkan jauh lebih pandai daripada aku sendiri. Walaupun begitu, untuk urusan masak sehari-hari tetap saya yang mengerjakan sebagai istri, namun tak jarang dia juga ikut membantu.
Malam harinya, dia terlihat sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk memasak. Waktu saya ikut melihat kegiatannya, dia berkata ”De istirahat aja, biar uda aja yang masak”. Mungkin dia tidak ingin diganggu dalam menyiapkan makan malam yang istimewa itu.
Sekitar satu jam, sudah terhidang dua porsi sup buntut goreng. Buntut sapi yang dipenuhi daging terlihat sangat menggoda selera, ditambah dengan potongan kecil tomat matang dan dihias dengan cabe merah panjang. Sesendok nasi putih yang masih panas menemani sajian yang ditata dalam piring kaca persegi. Lampu hias dengan cahaya kuning temaram disertai lagu Because of You dan alunan musik Kenny G menemani kami di malam yang spesial bagiku.
Sungguh makan malam yang romantis. ” Uda, terima kasih ya”.
” Sama-sama” jawabnya sambil menciumku.
2 comments March 12, 2009