Posts filed under 'Penyakit'
Endometriosis
Penyakit endometriosis merupakan satu
jenis penyakit yang agak luar biasa. Banyak diantara wanita yang tidak
mengetahui tentang penyakit ini, padahal penderitanya bisa dibilang
lumayan banyak. Masalah yang ditimbulkan penyakit ini diantaranya ialah
keguguran dan kemandulan. Ada juga berbagai jenis masalah seperti sakit
sewaktu melakukan hubungan intim atau pendarahan dari anus pada waktu
buang air besar yang sangat sakit.
Endometriosis seringkali tidak mendapatkan perhatian serius baik dari
penderitanya maupun oleh dokter yang memeriksa, karena seringkali rasa
sakit pada saat menstruasi dianggap sebagai hal yang sudah selayaknya
dialami setiap bulan.
Apakah Sebenarnya Penyakit Endometriosis?
Endometriosis berasal dari kata endometrium, yaitu jaringan yang
melapisi dinding rahim. Penyakit endometriosis ini adalah tumbuhnya
jaringan dinding rahim di luar rahim. Lokasi tumbuhnya beragam di
rongga perut, seperti di ovarium, tuba falopii, jaringan yang menunjang
uterus, daerah di antara vagina dan rectum, juga di kandung kemih.
Gejala penyakit tersebut adalah sakit saat haid, nyeri saat hubungan
seks, dan berkurangnya kesuburan. Diduga hubungan seks dapat mendorong
aliran darah haid yang mengandung sel-sel dinding rahim kembali ke
saluran telur dan ke rongga perut, sehingga dapat tumbuh di tempat yang
tidak sebenarnya. Tentang hubungannya dengan kanker belum diketahui
apakah hubungan seks saat haid dapat menyebabkan kanker atau tidak.
Pada endometriosis, jaringan rahim yang menyimpang ini berjalan seperti
jaringan normal, sehingga menyebabkan perdarahan abnormal atau rasa
sangat sakit dan kram pada waktu datang bulan. Penyakit biasa terjadi
pada wanita antara usia 30-40 tahun.
Gejala-gejala bisa dirasakan jika panggul mengalami kesakitan, 1 minggu
sebelum datang bulan yang makin bertambah sakit sampai pendarahan
berkurang.
Apa Penyebab Endometriosis
Sampai saat ini para dokter belum mengetahui alasan yang pasti mengapa
endometrium sampai dapat tumbuh di luar rahim. Sejauh ini hanya
diketahui bahwa endometriosis banyak ditemui di kalangan perempuan yang
keluarganya menderita endometriosis juga. Ada beberapa teori yang
menjelaskan mengapa endometrial implant dapat sampai keluar rahim.
Terdapat beberapa teori yang diuraikan mengenai hal ini. Diantaranya
ialah adanya kemungkinan darah kotor melimpah atau tumpah ke belakang
rahim melalui saluran fallopian. Ada juga yang mengatakan endometrium
ini dibawa ke tempat lain melalui saluran darah atau saluran kelenjar
dan bisa juga karena wanita-wanita yang sering tertekan jiwanya
(stress).
Tanda-tanda Endometriosis
Tanda
paling umum adalah rasa sakit yang parah pada perut bagian bawah, bisa
terasa sekali-kali maupun terus-menerus, atau bisa juga terkait dengan
masa menstruasi. Rasa sakit ini seringkali tidak tertahankan sehingga
menyebabkan penderitanya tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa.
Rasa sakit ini sering kali menjadi lebih parah selama berolahraga,
selama berhubungan seks, atau sesudah pemeriksaan panggul.
Gejala lainnya bisa berupa menstruasi yang sangat berat, sakit punggung
bagian bawah, sulit buang air besar, diare, atau merasa sakit bahkan
mengeluarkan darah ketika buang air kecil. Endometrial implant ini juga
bahkan dapat menekan organ tubuh yang membawa kotoran keluar dari
tubuh, seperti kandung kemih, usus, dan rectum.
Walaupun demikian, bila kita mengalami gejala-gejala di atas, tidak
serta- merta berarti bahwa kita mengalami endometriosis. Gejala ini
juga mungkin disebabkan oleh hal-hal lain, misalnya infeksi. Oleh
karena itu, kita harus segera ke dokter dan menceritakan apa yang kita
alami dengan lengkap dan jelas.
Endometriosis bisa juga menyebabkan keguguran pada kehamilan. Penyebab
pastinya belum diketahui, tetapi ada kemungkinan endometriosis
menyebabkan gangguan dalam hormon wanita yang menimbulkan keadaan
keracunan sehingga menganggu pertumbuhan janin. Kadangkala wanita yang
mengidap penyakit endometriosis bisa beberapa kali mengalami keguguran.
Perawatan dan Pengobatan
Bagi wanita yang sering mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan
diatas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Melalui
pemeriksaan terhadap rahim dengan pemeriksaan ultrasound melalui
vaginal sonography.
Jika terdapat ‘chocolate cyst’ ataupun keadaan rahim yang terbalik
(retroverted), pembedahan akan dilakukan. Pembedahan akan membetulkan
rahim dengan menjahit rahim ke otot perut di bagian depan
(ventro-suspension of the uterus). Setelah ini dilakukan, bagian
peranakan serta bagian sekitarnya akan dibasuh dengan cairan untuk
menghilangkan segala kotoran dan keracunan yang dikeluarkan oleh
endometriosis. Jika pembedahan pada saluran fallopian, tersumbat ketika
pembedahan, maka pembedahan akan dilakukan sekali lagi.
Selain operasi, perawatan bisa dilakukan dengan minum obat, diantaranya
obat yang mengandung hormon Progesterone. Bahkan seiring dengan
kemajuan ada juga pengobatan dengan cara penyuntikan sebulan sekali.
sumber : Indosiar.com
1 comment November 30, 2008
Waspadai Racun Alami dalam Bahan Pangan
Kondisi ekonomi yang tak menentu akhir-akhir ini membuat para ibu harus pintar-pintar untuk mencari bahan pangan murah, dengan risiko buah atau sayur itu sedikit lecet, memar, atau agak layu. Bahan pangan yang tidak segar itu sebenarnya menyimpan “bom” waktu bagi kesehatan.
Jika salah pengolahannya, bukannya tubuh menjadi sehat tetapi malah keracunan. Untuk itu, penting bagi para ibu mengetahui berbagai aneka jenis racun alami yang ada dalam bahan pangan dan bagaimana mencegahnya. Dalam newsletter yang dikeluarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) belum lama ini, diungkap sejumlah racun alami dalam bahan pangan yang patut mendapat perhatian masyarakat, agar tidak menimbulkan keracunan saat mengonsumsinya.
Bahan pangan yang cukup banyak dikonsumsi adalah kentang. Racun alami yang dikandung kentang termasuk dalam golongan glikoalkaloid dengan dua macam racun utama yaitu solanin dan chaconine. Biasanya racun yang dikandung oleh kentang berkadar rendah dan tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia.
Meskipun demikian, kentang yang berwarna hijau, bertunas dan secara fisik telah rusak atau membusuk dapat menyebabkan glikoalkaloid dalam kadar yang tinggi. Racun tersebut terutama terdapat pada daerah yang berwarna hijau, kulit atau daerah dibawah kulit.
Kadar glikoalkoid yang tinggi dapat menimbulkan rasa seperti terbakar di mulut, sakit perut, mual dan muntah. Sebaiknya kentang disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering serta dihindarkan dari paparan sinar matahari atau sinar lampu. Untuk mencegah terjadinya keracunan sebaiknya kentang dikupas kulitnya dan dimasak sebelum dikonsumsi.
Bahan pangan Bayam. Sayuran yang satu ini banyak dikonsumsi ibu rumah tangga karena kandungan gizi yang melimpah. Namun, jika tidak hati-hati bayam bisa meracuni akibat asam oksalat yang banyak terkandung dalam bayam. Asam oksalat yang terlalu besar dapat mengakibatkan defisiensi nutrient, terutama kalsium.
Selain itu, asam oksalat juga merupakan asam kuat sehingga dapat mengiritasi saluran pencernaan, terutama lambung. Asam oksalat juga berperan dalam pembentukan batu ginjal.
Untuk menghindari pengaruh buruk akibat asam oksalat sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung senyawa itu terlalu banyak.
Bagi penggila sambal, tomat merupakan sayuran yang paling banyak dikonsumsi. Namun, hati-hati terhadap tomat hijau yang memiliki racun alami jenis glikoalkaloid yang dapat menimbulkan perasaan mual dan nyeri perut. Racun itu menyebabkan tomat hijau berasa pahit saat dikonsumsi.
Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya hindari konsumsi tomat hijau dan jangan pernah mengkonsumsi daun dan batang tanaman tomat.
Seledri, tanaman sayuran ini mengandung senyawa psoralen yang termasuk racun golongan kumarin. Senyawa itu bisa menimbulkan reaksi sensitivitas pada kulit jika terpapar matahari.
Untuk menghindari efek toksik psoralen, sebaiknya hindari terlalu banyak mengkonsumsi seledri mentah. Lebih aman jika seledri dimasak sebelum dikonsumsi karena psoralen dapat terurai melalui proses pemasakan.
Singkong mengandung racun linamarin dan lotaustralin, yang keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin terdapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun.
Singkong dibedakan atas dua tipe, yaitu pahit dan manis. Singkong tipe pahit mengandung kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe manis. Jika singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna dikonsumsi maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dapat mengganggu kesehatan.
Gejala keracunan sianida, antara lain menyempitan saluran nafas, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian.Untuk mencegah keracunan singkong, sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong dicuci untuk menghilangkan tanah yang menempel, dikupas lalu direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa hari, dicuci lalu dimasak sempurna baik dibakar atau direbus.
Singkong tipe manis hanya memerlukan pengupasan dan pemasakan untuk mengurangi kadar sianida ke tingkat non toksik. Singkong yang biasa dijual di pasar adalah singkong tipe manis.
Biji buah-buahan ternyata mengandung racun jenis glikosida sianogenik, terutama pada buah apel, aprikot, pir, plum, ceri dan peach. Walaupun bijinya mengandung racun, daging buahnya tidak beracun.
Jika terkunyah, biji buah yang mengandung hidrogen sianida yang bersifat racun. Gejala keracunan mirip dengan gejala keracunan singkong dan pucuk bambu.
Sebaiknya tidak dibiasakan mengkonsumsi biji dari buah-buahan tersebut. Bila anak-anak menelan sejumlah kecil saja biji buah-buah tersebut, maka dapat menimbulkan gejala keracunan dan pada sejumlah kasus dapat berakibat fatal.
Pucuk bambu atau rebung. Racun alami dalam rebung masuk dalam golongan glikosida sianogenik. Untuk mencegah keracunan, sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak terlebih dahulu dibuang daun terluarnya, diiris tipis lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam selama 9-10 menit.
Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong, antara lain meliputi penyempitan saluran nafas, mual, muntah dan sakit kepala.
Bahan pangan lain yang patut mendapat perhatian adalah zucchini (semacam ketimun) yang mulai banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Racunnya menyebabkan zucchini berasa pahit. Namun, zucchini yang telah dibudidayakan jarang ada yang berasa pahit.
Gejala keracunan zucchini meliputi muntah, kram perut, diare dan pingsan. Sebaiknya hindari mengkonsumsi zucchini yang berbau tajam dan berasa pahit.
Setelah mengetahui semua racun alami ini, masihkah Anda mau bermain-main dengan masalah kesehatan? (Tri Wahyuni)
Sumber:suarakarya-online.com
4 comments November 29, 2008
Setiap 10 Detik 1 Orang Meninggal karena Diabetes
Diabetes melitus atau penyakit kencing manis kini menjadi ancaman umat manusia di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, setiap 10 detik ada satu orang pasien diabetes yang meninggal karena penyakitnya itu.
“Angka itu tidak mengherankan jika melihat penderita diabetes di dunia yang jumlahnya mencapai 330 juta orang,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Departemen Kesehatan, dr Yusharmen D CommH, MSc dalam peringatan Hari Diabetes Internasional, di Jakarta, Kamis (13/11).
Di Indonesia, menurut dr Yusharmen, angka penderita diabetes juga terbilang tinggi. Diperkirakan, jumlahnya mencapai lebih dari 11 juta orang. Hal itu membuat Indonesia berada pada peringkat keempat setelah Amerika Serikat, India, dan China.
Ia menyebut prevalensi faktor risiko diabetes di Indonesia tertinggi disebabkan faktor obesitas atau kegemukan yang mencapai 18,3 persen dari total populasi penderita diabetes. Faktor penyebab lainnya adalah hiperglikemia (11,3 persen), dan hiperkolesterol (12,9 persen).
Dalam kesempatan yang sama Dr Achmad Rudijanto SpPDKE, Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia, menjelaskan, diabetes merupakan penyakit akibat terganggunya proses metabolisme gula darah di dalam tubuh. Orang dengan diabetes akan mempunyai kadar gula yang sangat tinggi dalam darahnya setelah makan dan menjadi sangat anjlok jika sedang puasa.
“Penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui, tetapi dicurigai kegemukan atau overweight sebagai salah satu faktor pencetus diabetes. Biasanya terjadi pada usia lanjut atau saat usia di atas 40 tahun,” tuturnya.
Ditambahkan, sebenarnya untuk mengetahui atau mendiagnosis pasien diabetes tidaklah sulit. Gejalanya adalah sering kencing terutama pada malam hari, sering minum, sering makan, tetapi badan malah kurus serta lemas dan mudah mengantuk.
“Jika menemukan gejala seperti itu, segera konsultasi kepada dokter. Apalagi, saat kita diperiksa, gula darah acaknya melebihi 200 mg/dl, maka keyakinan itu akan makin menguat,” ujarnya.
Dijelaskan, sering kencing terjadi karena pada orang dengan diabetes akan terjadi penumpukan cairan dalam tubuhnya akibat gangguan osmolaritas darah yang cairan tersebut harus dibuang melalui kencing. Karena banyak cairan yang keluar, maka orang dengan diabetes akan merasa kehausan sehingga menjadi sering minum.
Akibat dari menurunnya kemampuan insulin mengelola kadar gula dalam darah, maka sering terjadi tubuh merespons lain sehingga tubuh dipaksa untuk makan, untuk mencukupi kadar gula darah yang bisa direspons oleh insulin. Jika terlambat makan, tubuh memecah cadangan energi lain dalam tubuh seperti lemak sehingga badan menjadi kurus.
“Pada pasien DM, kadar gula darah ketika puasa lebih dari 120 mg/dl, sedangkan pada kadar gula darah dua jam setelah makan lebih dari 200 mg/dl. Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan kadar gula darah dalam urine yang hasilnya positif,” tutur Achmad Rudijanto.
Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang itu mengatakan, sebenarnya ada cara mudah dan murah untuk mencegah diabetes, yaitu jalan kaki minimal 10.000 langkah setiap hari.
“Untuk berjalan kaki, yang dibutuhkan hanya alas kaki dan baju kaus, namun yang akan kita dapatkan adalah kesehatan yang tidak ternilai harganya,” ujarnya.
Sebagai gambaran mengapa dibutuhkan jalan 10.000 langkah setiap hari adalah bahwa untuk membakar 1 kalori, orang butuh berjalan kaki sebanyak 25 langkah. Padahal, seseorang makan lebih dari 400 kalori per hari.
“Jangan anggap enteng permen. Satu buah permen kecil itu memiliki 16 kalori. Untuk membuangnya, kita butuh jalan kaki sebanyak 400 langkah. Untuk menekan jumlah pengidap diabetes, ada baiknya trotoar dalam kota diperbaiki sehingga masyarakat nyaman berjalan kaki,” katanya.
Dia menambahkan, banyak masyarakat kita yang beranggapan, diabetes hanya akan menjangkiti orang yang suka makan fastfood. Pendapat itu benar, tapi makanan tradisional seperti nasi yang dimakan dengan jumlah yang berlebihan juga bisa menyebabkan diabetes.
“Setiap orang mempunyai potensi yang sama untuk terkena diabetes. Namun, orang-orang yang memiliki riwayat kesehatan keluarga diabetes berpotensi terkena diabetes lebih dini apabila menjalankan hidup tidak sehat seperti banyak mengonsumi makanan berlemak, bergula, dan kurang beraktivitas,” katanya.
Menurut Rudijanto, riwayat kesehatan keluarga perlu diperhatikan benar. Jangan hanya dilihat dari kondisi kesehatan ayah dan ibu, tetapi juga kakek, nenek, paman, bibi atau sepupu yang memiliki hubungan darah. “Kalau salah satu di antara mereka ada yang terkena, hendaknya mulai dari sekarang mengatur pola makan agar tidak menyesal di kemudian hari,” ucapnya menegaskan.
Perilaku makan yang buruk seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan makanan manis ternyata bisa merusak kerja organ pankreas. Jika tidak segera diantisipasi, organ pankreas akan mengalami kelelahan dan memperberat kerja sel beta. Padahal, sel beta adalah “produsen” hormon insulin yang berfungsi mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.
“Apabila sadar akan kondisi ini, segeralah melakukan perencanaan makan dan banyak melakukan aktivitas fisik karena belum terlambat untuk diperbaiki,” katanya menegaskan.
Menurut Rudijanto, banyak pasien diabetes yang berumur panjang, asalkan taat menjalankan saran ahli. Tak perlu diet ketat, tetapi cukup melakukan perencanaan makan. Dengan demikian, pasien diabetes tetap bisa menjalani hidup seperti orang lainnya. (Tri Wahyuni)
Sumber:suarakarya.com
Add comment November 29, 2008
Bahaya Radiasi Telepon Seluler
Saat ini ponsel atau handphone sudah menjadi kebutuhan. Hampir setiap orang sudah mempunyai ponsel. Rasanya kita begitu susah dan tidak mungkin mungkin jauh dari benda satu ini. Namun, beberapa sumber menyebutkan, kalau ponsel dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
Ponsel merupakan barang elektronik yang dapat menimbulkan radiasi dalam jumlah cukup besar. Sejak beberapa tahun lalu, efek radiasi ponsel terhadap kesehatan sudah mendapat perhatian para ilmuwan.
Beberapa penelitian yang diadakan menyebutkan bahaya radiasi ponsel terhadap kesehatan. Bagian tubuh yang paling rentan terkena adalah otak, karena saat digunakan, otak yang terdapat di dalam kepala mendapat paparan langsung dari ponsel. Gejala umum yang sering ditemukan adalah keluhan pusing, susah berkonsentrasi, sulit tidur dan mual. Namun ada bahaya lebih serius yang dilaporkan antara lain kehilangan memori otak dan tumor otak.
Selain itu, ada resiko kesehatan lain yang ditemukan antara lain penurunan kualitas sperma, menyebabkan kerusakan DNA, perubahan hormonal dan bahkan meningkatkan risiko penyakit kanker.
Namun, sebagian berpendapat bahwa ponsel dinilai cukup aman bagi kesehatan dan tidak menimbulkan efek kesehatan yang merugikan. Jadi, keamanan ponsel terhadap kesehatan masih menjadi kontroversi dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Anda tertarik untuk meneliti?
Add comment October 27, 2008
ASMA
Asma merupakan penyakit yang banyak dialami oleh manusia. Walaupun data nasional mengenai jumlah penderita asma belum ada, tapi diperkirakan ada sekitar 10% anak Indonesia menderita asma. Di Negara industri penderita asma berkisar antar 4-4,9% (Warner,87).
Pengertian asma
Asma berasal dari bahasa .Yunani yaitu sukar bernafas. Bahasa awamnya diistilahkan dengan ‘bengek’ yaitu serangan sesak nafas berbunyi mencuit-cuit, istilah medisnya wheezing dan bahasa jawanya ‘mengi’. Penyakit asma ini ditandai dengan gejala-gejala akibat gangguan dan penyempitan pada saluran nafas terutama pada bronkus atau batang tenggorok. Biasanya asma ini disertai oleh riwayat alergi pada pasien atau keluarga. Saluran nafas pasien penderita asma menjagi hiperaktif yaitu reaksi berlebihan jika terpapar dengan factor pencetus.
Gejala asma
Beberapa gejala penyakit asma
- Batuk
- Nafas cepat
- Nafas bunyi
- Sesak nafas, sakit dada dan gelisah
- Sianosis (kebiruan di sekitar mulut), ini terjadi bila serangan asma cukup berat.
Faktor pencetus asma
- Golongan hisapan, debu rumah dengan tungaunya, asap (rokok, obat nyamuk), kapuk, bulu binatang, kecoa (kotoran dan serpihannya) dan minyak wangi
- Golongan makanan, makanan yang dapat menjadi pencetus asma antara lain, kacang tanah, coklat, es, tomat, makanan dengan MSG
- Infeksi saluran nafas contohnya flu
- Perubahan cuaca
- Kegiatan jasmani misalnya olahraga
- Psikis misalnya keadaan stress
Penanggulangan
- Pencegahan
Pencegahan asma adalah dengan menghindari faktor pencetus dan memakai obat asma. Yang belum asma jangan sampai kena asma, yang sudah asma dijaga supaya jangan sering kambuh dan yang sering kambuh dijaga supaya tidak bertambah berat lagi.
- Pengobatan
Obat asma diperlukan untuk melebarkan saluran pernafasan. Pemberian obat ada yang secara oral (melalui mulut), parenteral (suntikan) dan inhalasi (hirupan). Obat inhalasi efeknya lebih cepat dengan dosis rendah dan efek negatifnya juga rendah. Obat inhalasi ini bisa diberikan dengan dosis rendah karena langsung bekerja pada saluran pernafasan.
1 comment May 16, 2008
3 J Aturan Makan Penderita Diabetes

Penderita diabetes biasanya mempunyai kecendrungan perubahan kadar gula yang drastis. Sehabis makan, kadar gula akan tinggi dan beberapa lama tidak mendapat asupan makanan, maka kadar gula darah akan rendah sekali. Jadwal makan harus teratur untuk mencegah terlalu besarnya rentangan kadar gula darah.
Ada istilah 3 J yang harus diingat oleh para penderita diabetes dalam mengatur pola makan sehari-hari:
1. Jadwal
Pengaturan jadwal bagi penderita diabetes biasanya adalah 6 kali makan. 3 kali makan besar dan 3 kai selingan. Adapun jadwal waktunya adalah sebagai berikut;
a. Makan Pagi (jam 07.00)
b. Snack I (jam 10.00)
c. Makan siang (13.00)
d. Snack II (jam 16.00)
e. Makan malam (jam 19.00)
f. Snack III (jam 21.00)
Usahakan makan tepat pada waktunya, karena apabila telat makan, akan terjadi hipoglikemia (rendahnya kadar gula darah) dengan gejala seperti pusing, mual, dan pingsan. Apabila hal ini terjadi segera minum air gula.
2. Jumlah
Perhatikan jumlah/porsi makanan yang anda konsumsi. Prinsip jumlah makanan yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah porsi kecil dan sering, artinya makan dalam jumlah sedikit tetapi sering. Adapun pembagian kalori untuk setiap kali makan dengan pola menu 6 kali makan adalah sebagai berikut ;
a. Makan Pagi (20%) - maksudnya 20% dari total kebutuhan kalori sehari
b. Snack I (10%)
c. Makan siang (25%)
d. Snack II (10%)
e. Makan malam (25%)
f. Snack III (10%)
3. Jenis
Jenis makanan menentukan kecepatan naiknya kadar gula darah. Kecepatan suatu makanan dalam menaikkan kadar gula darah disebut juga indeks glikemik. Semakin cepat menaikkan kadar gula darah sehabis makan tersebut dikonsumsi, maka semakin tinggi indeks glikemik makanan tersebut. Jadi, hindari makanan yang berindeks glikemik tinggi seperti sumber karbohidrat sederhana, gula, madu, sirup, roti, mie dan lain-lain.
Makanan yang berindeks glikemik lebih rendah adalah makanan yang kaya dengan serat. Contohnya sayuran dan buah-buahan.
51 comments May 5, 2008
