<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MIETHA CORNER</title>
	<atom:link href="http://mietha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mietha.wordpress.com</link>
	<description>Nikmati hidup dengan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 15:02:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mietha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5f61659b01811d608aa480a372326397?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>MIETHA CORNER</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mietha.wordpress.com/osd.xml" title="MIETHA CORNER" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mietha.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Makanan Pendamping ASI (MPASI) Pertama</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2010/07/13/makanan-pendamping-asi-mpasi-pertama/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2010/07/13/makanan-pendamping-asi-mpasi-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 04:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini usia si kecil sudah menginjak 6 bulan. Tentu dia mulai membutuhkan makanan lain selain ASI Bunda, karena kalau mengandalkan ASI Bunda tentu tidak akan mencukupi kebutuhan si kecil yang sudah meningkat. Nah, kira-kira Makanan Pendamping ASI apa yang cocok untuk buah hati di awal-awal ini? Sebagai tahap awal, bunda bisa memberikan bubur susu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=135&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini usia si kecil sudah menginjak 6 bulan. Tentu dia mulai membutuhkan makanan lain selain ASI Bunda, karena kalau mengandalkan ASI Bunda tentu tidak akan mencukupi kebutuhan si kecil yang sudah meningkat. Nah, kira-kira Makanan Pendamping ASI apa yang cocok untuk buah hati di awal-awal ini?<br />
Sebagai tahap awal, bunda bisa memberikan bubur susu. Bubur susu ini merupakan makanan yang disarankan sebagai tahap perkenalan untuk bentuk makanan yang lebih padat dibanding susu atau ASI. Apa saja contoh bubur susu ini?<br />
1.	Tepung beras + ASI/susu formula<br />
Ini merupakan bubur susu yang bisa pertama diberikan pada si kecil sebagai tahap perkenalan dengan MPASI. Cara bikinnya juga gampang sekali. Ambil satu sendok makan tepung beras, lalu tambahkan sekitar 3 sendok tepung susu formula, tambahkan kira2 setengah gelas air, aduk-aduk, lalu masak sampai matang. Saat memasak, aduk aduk terus agar tidak terjadi penggumpalan tepung.  Susu formula bisa diganti dengan ASI jika bunda mempunyai ASI yang cukup.<br />
Dihari pertama, jumlah susu agak banyak dibanding tepung , kemudian selanjutnya bisa dikurangi. Berikan bubur ini sekitar 3 hari. </p>
<p>2.	Sayuran + ASI/susu formula<br />
Setelah bubur susu tepung beras, bunda bisa memberikan bubur susu sayuran. Untuk pertama kali, berikan satu jenis sayuran dalam setiap pemberian makan. Contoh sayuran yang bisa digunakan : wortel, bayam, kangkung, katuk, dll. Contoh : bubur susu wortel . Kupas satu buah wortel, lalu blender, tambahkan susu dan masak sampai matang. Bisa juga wortelnya dikukus terlebih dahulu lalu diblender dengan susu. Sajikan.</p>
<p>3.	Buah + ASI/susu formula<br />
Berikan buah-buahan setelah si kecil diperkenalkan dengan sayur-sayuran. Karena rasa buah-buahan yang manis cenderung lebih mudah diterima bayi dibanding sayuran. Berikan satu jenis buah-buahan dalam setiap pemberian untuk tahap perkenalan. Buah-buahan yang bisa digunakan adalah yang matang, tidak terlalu asam, dan mudah didapat. Contohnya Pisang, alpukat, papaya, dll. Untuk buah jeruk, sebaiknya diberikan setelah bayi berusia diatas 7 bulan.  Cara membuatnya sama seperti bubur sayuran. Untuk buah-buahan yang lembut seperti pisang, alpukat, pepaya, dapat diberikan langsung setelah dihaluskan dan ditambah susu. Sedang untuk buah-buahan yang agak keras, sebaiknya dikukus terlebih dahulu. </p>
<p>Nah, itu adalah makanan pendamping ASI yang dapat diberikan pertama kali. Sekarang tinggal menyuapi si kecil. Ayo sayang, buka mulutnya……hmmm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=135&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2010/07/13/makanan-pendamping-asi-mpasi-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IKAN, MENU SEHAT DAN LEZAT</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2010/04/06/ikan-menu-sehat-dan-lezat/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2010/04/06/ikan-menu-sehat-dan-lezat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 04:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Saya dan suami yang berasal dari Sumatra sangat menyukai makan ikan, terutama ikan tongkol. Saya merasa heran di pulau jawa, saya banyak menemukan orang yang tidak begitu menyukai menu dari ikan. Paling menu ikan yang sering mereka gunakan adalah ikan asin, ikan pindang atau ikan air tawar. Padahal menurut selera saya menu dari ikan justru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=133&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Saya dan suami yang berasal dari Sumatra sangat menyukai makan ikan, terutama ikan tongkol. Saya merasa heran di pulau jawa, saya banyak menemukan orang yang tidak begitu menyukai menu dari ikan. Paling menu ikan yang sering mereka gunakan adalah ikan asin, ikan pindang atau ikan air tawar. Padahal menurut selera saya menu dari ikan justru paling tidak tidak membosankan dibandingkan menu dari ayam, daging atau telur. Karena ikan mempunyai banyak jenis. Contohnya saja ikan laut seperti tongkol, selar,  kakap, tuna, bawal, bader,talang, patin, tenggiri, ikan sebelah, layur,  kembung (kembung pun ada beragam, kalau di Padang ada yang namanya gambolo, suaso, dll).</p>
<p class="MsoNormal">Di Bandung, saya sulit sekali menemukan penjual ikan yang menjual ikan yang betul-betul segar seperti yang sering saya temukan waktu di Padang dulu, penjual ikan menjual ikan bukan ikan yang diawetkan dengan es, tetapi masih segar dan bercampur pasir. Rasanya ikan segar ini enak sekali, gurih, manis dan fresh.</p>
<p class="MsoNormal">Ditinjau dari segi gizi, menu makanan hewani dari ikan merupakan menu yang lebih sehat dibandingkan menu yang berbahan dasar ayam, daging dan telur. Ikan mengandung banyak lemak omega 3 yang berguna untuk kesehatan, rendah kolesterol dan mengandung kadar protein yang tinggi.</p>
<p class="MsoNormal">Ikan pun dapat diolah menjadi berbagai macam sajian yang lezat, seperti sop, asam pedas, gulai , bakar, pepes, rendang, berbagai macam variasi gorengan seperti goreng biasa, balado, goreng tepung, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal">Ngomongin masalah ikan, saya jadi lapar…mau makan ikan masak apa ya hari ini??? Hmmm……</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=133&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2010/04/06/ikan-menu-sehat-dan-lezat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LILITAN TALI PUSAR,  HARUSKAH OPERASI?</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2010/04/06/lilitan-tali-pusar-haruskan-operasi/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2010/04/06/lilitan-tali-pusar-haruskan-operasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 03:16:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Pasrah dan Terus Berdoa Ini cuma sekedar berbagi pengalaman saya saat melahirkan anak pertama kami, Rafly Maheswara pada tanggal 8 November 2009 lalu. Saat usia kehamilan saya sekitar 6 bulan, sewaktu USG, kondisi bayi saya masih sungsang. Saat itu dokter mengatakan posisi bayi akan bisa berubah saat usia kehamilan 7 bulan. Dirumah saya dan suami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=130&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Pasrah dan Terus  Berdoa</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ini cuma sekedar berbagi pengalaman saya saat melahirkan anak pertama kami, Rafly Maheswara pada tanggal 8 November 2009 lalu.</p>
<p class="MsoNormal">Saat usia kehamilan saya sekitar 6 bulan, sewaktu USG, kondisi bayi saya masih sungsang. Saat itu dokter mengatakan posisi bayi akan bisa berubah saat usia kehamilan 7 bulan. Dirumah saya dan suami terus berdoa agar posisi bayi kami berubah. Suami saya sering berbicara ke janin, yang sudah kami panggil Rafly, agar merubah posisinya sambil mengusap-usap perut saya.</p>
<p class="MsoNormal">Saat usia kehamilan memasuki 7 bulan, ternyata posisi bayi saya sudah normal. Alhamdulillah, saya senang sekali. Namun, dokter mengatakan kalau bayi kami ada lilitan tali pusar , 2 buah. Waktu itu dokter mengatakan kalau lilitan tali pusar itu masih ada kemungkinan lepas, dan akan dilihat perkembangannya berikutnya. Kami terus berdoa dan berharap agar lilitan tali pusar bisa lepas, karena saya dan suami menginnginkan untuk lahir normal. Karena saya sangat takut dengan yang namanya darah dan alat-alat kedokteran seperti jarum suntik, apalagi pisau bedah.</p>
<p class="MsoNormal">Saat kehamilan saya sudah 8 bulan, ternyata lilitan tali pusar itu belum juga lepas. Saat itu saya sudah mulai rutin kontrol seminggu sekali. Minggu berikutnya atau saat kehamilan saya menginjak usia 8 bulan lebih seminggu, kami kontrol lagi ke dokter, saat itu tanggal 7 November. Ternyata lilitan tali pusar masih ada.</p>
<p class="MsoNormal">Sehabis di USG, dokter berbicara dengan kami, beliau menyarankan untuk operasi karena lilitan tali pusar 2 buah dan bayi saya termasuk besar saat dilahirkan nanti. Beliau juga menjelaskan resiko-resiko yang mungkin terjadi kalau melahirkan secara normal. Saat itu perawat yang membantu dokter kandungannya juga menyarankan untuk operasi. Daripada nanti ada resiko leher bayi terikat dengan tali pusarnya, sebaiknya ibu mengikuti saran dokter untuk operasi, karena kalau lilitan telat dilepas, bisa fatal resikonya, begitu saran sang perawat . Dokter akan menjadwalkan operasi sekitar 2 minggu sebelum hari perkiraan lahir. Saat itu HPL-nya tanggal 1 Desember. Jadi masih ada waktu sekitar 23 hari lagi sebelum HPL. Dokter menyuruh kami untuk kembali kontrol minggu depan dan menentukan tanggal operasi.</p>
<p class="MsoNormal">Saat keluar dari ruangan praktik dokter kandungan yang nyaman itu, saya dan suami rasanya lemas. Saat itu, saya belum mengambil cuti. Saya baru mengajukan cuti tanggal 9 November. Setelah periksa dokter, saya dan suami kembali bekerja. Saat itu , ditempat kerja saya rasanya stress, saya tidak bisa berkonsentrasi untuk bekerja dan hanya bercerita dengan teman-teman tentang kandungan saya. Mereka pun menguatkan dan mengatakan kalau pun harus operasi bukanlah hal yang musti ditakutkan.  Ternayat suami juga merasakan hal yang sama dengan saya.</p>
<p class="MsoNormal">Sepulang kerja, saat itu hari Sabtu, jadi pulang lebih cepat, saya dan suami mampir di pusat perbelanjaan untuk menambah koleksi baju dan persiapan lahiran Rafly. Sampai di rumah, saya rasanya lelah sekali. Walaupun masih takut dengan rencana operasi, tetapi saya dan suami berusaha untuk pasrah.</p>
<p class="MsoNormal">Jam 7.30 malam, saya sudah tidur. Lalu bangun jam 9 untuk makan malam, dan sehabis itu tidur lagi. Jam 11 malam, saya terbangun karena saya merasa ada sesuatu yang basah seperti pipis tetapi saya tidak merasa ingin pipis. Saya ke kamar mandi, ternyata di kamar mandi makin banyak keluar cairan bening tersebut. Saya mulai curiga jangan-jangan itu adalah air ketuban, karena sebelumnya saya sudah baca-baca artikel kehamilan dan melahirkan di internet.</p>
<p class="MsoNormal">Kami lalu kerumah sakit sekitar jam 12 malam. Saat diperiksa oleh bidan jaga, ternyata itu adalah air ketuban dan saya sudah buka an 2. Karena sebelumnya dokter sudah rekomendasi untuk operasi, saya lalu disuruh puasa untuk persiapan operasi  besok sekitar jam 9 pagi.</p>
<p class="MsoNormal">Saat itu saya belum merasakan mules atau sakit sedikitpun. Jam 1.30 pagi, saya diantar ke ruang perawatan untuk istirahat. Baru 15 menit disana, saya merasa mules dan frekuensinya makin lama makin cepat. Lalu perawat membawa saya keruang persalinan karena agar saya lebih “leluasa dengan mulesnya”  tanpa mengganggu pasien lain.</p>
<p class="MsoNormal">Rasa mules makin hebat. Dan bukaan saya makin lama makin banyak. Jam 3 pagi , saya sudah bukaan 6. Karena bukaan makin lama makin banyak, jam 4 pagi, saya diputuskan untuk lahir normal dan disuruh minum untuk menambah tenaga.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah berjuang melawan rasa mules, akhirnya jam 6.50 tanggal 8 November 2009, anak kami lahir ke dunia dengan persalinan normal. Dengan bantuan dokter dan perawatan yang sigap dan cekatan, anak kami keluar dengan sehat dan selamat. Saat baru keluar, saya melihat dokter langsung mengunting tali pusar yang melilit di leher Rafly. Rasanya plong sekali, hilang sudah ketakutan ketakutan selama ini. Saya sangat bersyukur sekali, karena baru kemarin dokter memvonis harus operasi, ternyata besoknya Rafly lahir dengan normal.</p>
<p class="MsoNormal">Terima Kasih Allah, jadikanlah Rafly anak yang soleh dan bisa mewujudkan harapan ayah bundanya, sesuai dengan nama yang kami kasih “ Rafly Maheswara” yang berarti Raja Besar yang Bijaksana. Amiiinnn….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=130&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2010/04/06/lilitan-tali-pusar-haruskan-operasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT)</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2009/03/12/menghitung-indeks-massa-tubuh-imt/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2009/03/12/menghitung-indeks-massa-tubuh-imt/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 14:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Normalkah berat badan saya? Mungkin pertanyaan itu sering terlintas di benak kita saat melihat pantulan diri di cermin. Ketakutan akan kelebihan berat badan sering menghantui terutama bagi para wanita. Salah satu indikator yang biasa dipakai untuk mengukur kategori berat badan seseorang adalah Indeks Massa Tubuh atau yang singkat dengan IMT. Bagaimana cara menghitung IMT? Caranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=125&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><br />
Normalkah berat badan saya? Mungkin pertanyaan itu sering terlintas di benak kita saat melihat pantulan diri di cermin. Ketakutan akan kelebihan berat badan sering menghantui terutama bagi para wanita.</p>
<p>Salah satu indikator yang biasa dipakai untuk mengukur kategori berat badan seseorang adalah Indeks Massa Tubuh atau yang singkat dengan IMT. Bagaimana cara menghitung IMT? Caranya adalah dengan : berat badan (kilo gram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (meter).</p>
<p class="MsoNormal">Rumus IMT = Berat Badan : Tinggi Badan<sup>2</sup></p>
<p class="MsoNormal">Ingat, satuan berat badan yang digunakan adalah kilogram (kg) dan satuan tinggi badan adalah meter (m)</p>
<p class="MsoNormal">Lalu, setelah kita mendapatkan IMT, cocokkan hasilnya dengan kategori yang ada. Untuk orang  Asia dewasa, kategori IMT adalah sebagai berikut :</p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:261pt;margin-left:.85in;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="348">
<tbody>
<tr style="height:.5in;">
<td style="width:121.5pt;height:.5in;padding:.05in .1in;" width="162" valign="top">
<p class="MsoNormal">KLASIFIKASI</p>
</td>
<td style="width:139.5pt;height:.5in;padding:.05in .1in;" width="186" valign="top">
<p class="MsoNormal">IMT (kg/m2)</p>
</td>
</tr>
<tr style="height:147.05pt;">
<td style="width:121.5pt;height:147.05pt;padding:.05in .1in;" width="162" valign="top">
<p class="MsoNormal">BB kurang</p>
<p class="MsoNormal">BB normal</p>
<p class="MsoNormal">BB lebih</p>
<p class="MsoNormal">- Preobesitas</p>
<p class="MsoNormal">- Obesitas I</p>
<p class="MsoNormal">- Obesitas II</p>
</td>
<td style="width:139.5pt;height:147.05pt;padding:.05in .1in;" width="186" valign="top">
<p class="MsoNormal">&lt; 18,5</p>
<p class="MsoNormal">18,5 – 22,9</p>
<p class="MsoNormal">23</p>
<p class="MsoNormal">23 – 24,5</p>
<p class="MsoNormal">25 – 29,9</p>
<p class="MsoNormal">&gt; 30</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">Artinya, jika Anda mendapatkan IMT 20,5 berarti Berat Badan Anda termasuk dalam kategori normal.</p>
<p class="MsoNormal">Selamat Menghitung IMT Anda</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=125&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2009/03/12/menghitung-indeks-massa-tubuh-imt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ungkapan Sayang Dalam Sepiring Sop Buntut Goreng</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2009/03/12/ungkapan-sayang-dalam-sepiring-sop-buntut-goreng/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2009/03/12/ungkapan-sayang-dalam-sepiring-sop-buntut-goreng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 14:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga sakinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Kado Ultahku yang ke-24 Kemarin, tepatnya tanggal 9 Maret, saya ulang tahun yang ke 24. Ini merupakan ulang tahun pertama setelah pernikahan. Tidak terasa, sudah 24 tahun saya tinggal di dunia ini. Hmmm waktu yang cukup lama, tetapi di rasa sangat singkat untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang tersayang. Hari itu, suami berjanji mengajak jalan-jalan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=121&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;" lang="NO-BOK">Kado Ultahku yang ke-24</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Kemarin, tepatnya tanggal 9 Maret, saya ulang tahun yang ke<span> </span>24. Ini merupakan ulang tahun pertama setelah pernikahan.<span> </span>Tidak terasa, sudah 24 tahun saya tinggal di dunia ini. Hmmm waktu yang cukup lama, tetapi di rasa sangat singkat untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang tersayang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Hari itu, suami berjanji mengajak jalan-jalan untuk membeli baju sebagai kado ulang tahun. Sehabis sholat dzuhur, kami siap-siap berangkat. Namun, hujan sangat deras disertai petir. Karena takut kehujanan dan terjebak kemacetan di tengah jalan yang pada saat hujan akan tergenangi air, kami memutuskan untuk tidak jadi berangkat. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Sore harinya, suami berkata ”Sayang, nanti uda masakin sup buntut goreng ya, de mau kan?”. Mendengar tawaran seperti itu, rasanya senang sekali.<span> </span>Saya pun langsung meng-iyakan. Suamiku memang jago untuk urusan masak-memasak, bahkan jauh lebih pandai daripada aku sendiri. Walaupun begitu, untuk urusan masak sehari-hari tetap saya yang mengerjakan sebagai istri, namun tak jarang dia juga ikut membantu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Malam harinya, dia terlihat sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk memasak. Waktu saya ikut melihat kegiatannya, dia berkata ”De istirahat aja, biar uda aja yang masak”. </span><span lang="SV">Mungkin dia tidak ingin diganggu dalam menyiapkan makan malam yang istimewa itu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sekitar satu jam, sudah terhidang dua porsi sup buntut goreng. Buntut sapi yang dipenuhi daging terlihat sangat menggoda selera, ditambah dengan potongan kecil tomat matang dan dihias dengan cabe merah panjang. Sesendok nasi putih yang masih panas menemani sajian yang ditata dalam piring kaca persegi. Lampu hias dengan cahaya kuning temaram disertai lagu Because of You dan alunan musik Kenny G menemani kami di malam yang spesial bagiku. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sungguh makan malam yang romantis. ” Uda, terima kasih ya”. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">” Sama-sama” jawabnya sambil menciumku.<span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=121&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2009/03/12/ungkapan-sayang-dalam-sepiring-sop-buntut-goreng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pernikahan Mietha dan Uda</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2009/02/10/pernikahan-mietha-dan-uda/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2009/02/10/pernikahan-mietha-dan-uda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 04:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/2009/02/10/pernikahan-mietha-dan-uda/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah..tanggal 1 Februari 2009, janji di hadapan Allah SWT untuk berdua membangun rumah tangga akhirnya diikrarkan juga. Bertempat di Kotabumi, Pasar Kemis Tangerang, kami berdua (Mietha dan Uda) melangsungkan pernikahan dalam sebuah acara yang sederhana. Tidak ada resepsi yang meriah atau acara perhelatan akbar, namun hanya acara akad yang sakral, silaturahmi keluarga, dan dilanjutkan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=116&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah..tanggal 1 Februari 2009, janji di hadapan Allah SWT untuk berdua membangun rumah tangga akhirnya diikrarkan juga. Bertempat di Kotabumi, Pasar Kemis Tangerang, kami berdua (Mietha dan Uda) melangsungkan pernikahan dalam sebuah acara yang sederhana. Tidak ada resepsi yang meriah atau acara perhelatan akbar, namun hanya acara akad yang sakral, silaturahmi keluarga, dan dilanjutkan dengan syukuran kecil-kecilan bersama beberapa orang anak panti asuhan. </p>
<p>Tiada kata yang paling indah indah untuk kami ungkapkan, selain rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mempertemukan kami dan menanamkan rasa cinta di hati kami. Ungkapan terima kasih untuk keluarga dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dan doa  juga tak bisa kami lupakan.   </p>
<p>Semua kelelahan dan ketegangan sebelum pernikahan rasanya terbayar sudah berganti kebahagiaan. Tinggal mengisi rumah tangga ini dengan senyuman, kasih sayang, perhatian, canda tawa dan kehangatan. Semoga kami bisa mengisi hidup ini dengan cinta dan kasih sayang dari Allah SWT. Amin….</p>
<p>Sekedar berbagi pengalaman, berikut ini kami berikan langkah-langkah untuk mengurus surat dan administrasi pernikahan.</p>
<p>1.	Persiapan uda (pengantin pria)<br />
Uda beralamat di Bandung, oleh karena itu dia mengurus surat numpang nikah untuk di Tangerang nanti. Uda mengurus surat numpang nikah ke KUA Bandung (sesuai KTP). Adapun persyaratannya adalah :<br />
a.	Pengantar dari RT, RW dan Kelurahan<br />
b.	Fotokopi KTP<br />
c.	Fotokopi KK</p>
<p>2.	Persiapan mietha (pengantin wanita)<br />
Untuk Mietha, mengurus administrasinya di KUA Pasar Kemis, adapun syarat-syaratnya:<br />
a.	Pengantar dari RT, RW dan Kelurahan<br />
b.	Fotokopi KTP<br />
c.	Fotokopi KK<br />
d.	Pengantar dari Bandung<br />
e.	Pas foto mitha dan uda, 2&#215;3 dan 3 x 4 (jumlahnya berapa ya? Kalau ga salah sekitar 3 lembar, waktu itu kami siapin agak banyak)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=116&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2009/02/10/pernikahan-mietha-dan-uda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Endometriosis</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2008/11/30/endometriosis/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2008/11/30/endometriosis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 05:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit endometriosis merupakan satu jenis penyakit yang agak luar biasa. Banyak diantara wanita yang tidak mengetahui tentang penyakit ini, padahal penderitanya bisa dibilang lumayan banyak. Masalah yang ditimbulkan penyakit ini diantaranya ialah keguguran dan kemandulan. Ada juga berbagai jenis masalah seperti sakit sewaktu melakukan hubungan intim atau pendarahan dari anus pada waktu buang air besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=106&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><a href="http://www.nlm.nih.gov/MEDLINEPLUS/ency/images/ency/fullsize/17061.jpg"><img alt="" src="http://www.nlm.nih.gov/MEDLINEPLUS/ency/images/ency/fullsize/17061.jpg" title="end" class="alignleft" width="253" height="201"></a>Penyakit endometriosis merupakan satu<br />
jenis penyakit yang agak luar biasa. Banyak diantara wanita yang tidak<br />
mengetahui tentang penyakit ini, padahal penderitanya bisa dibilang<br />
lumayan banyak. Masalah yang ditimbulkan penyakit ini diantaranya ialah<br />
keguguran dan kemandulan. Ada juga berbagai jenis masalah seperti sakit<br />
sewaktu melakukan hubungan intim atau pendarahan dari anus pada waktu<br />
buang air besar yang sangat sakit. </p>
<p>
Endometriosis seringkali tidak mendapatkan perhatian serius baik dari<br />
penderitanya maupun oleh dokter yang memeriksa, karena seringkali rasa<br />
sakit pada saat menstruasi dianggap sebagai hal yang sudah selayaknya<br />
dialami setiap bulan. </p>
<p>
<strong>Apakah Sebenarnya Penyakit Endometriosis? </strong>
</p>
<p>
Endometriosis berasal dari kata endometrium, yaitu jaringan yang<br />
melapisi dinding rahim. Penyakit endometriosis ini adalah tumbuhnya<br />
jaringan dinding rahim di luar rahim. Lokasi tumbuhnya beragam di<br />
rongga perut, seperti di ovarium, tuba falopii, jaringan yang menunjang<br />
uterus, daerah di antara vagina dan rectum, juga di kandung kemih. </p>
<p>
Gejala penyakit tersebut adalah sakit saat haid, nyeri saat hubungan<br />
seks, dan berkurangnya kesuburan. Diduga hubungan seks dapat mendorong<br />
aliran darah haid yang mengandung sel-sel dinding rahim kembali ke<br />
saluran telur dan ke rongga perut, sehingga dapat tumbuh di tempat yang<br />
tidak sebenarnya. Tentang hubungannya dengan kanker belum diketahui<br />
apakah hubungan seks saat haid dapat menyebabkan kanker atau tidak. </p>
<p>
Pada endometriosis, jaringan rahim yang menyimpang ini berjalan seperti<br />
jaringan normal, sehingga menyebabkan perdarahan abnormal atau rasa<br />
sangat sakit dan kram pada waktu datang bulan. Penyakit biasa terjadi<br />
pada wanita antara usia 30-40 tahun. </p>
<p>
Gejala-gejala bisa dirasakan jika panggul mengalami kesakitan, 1 minggu<br />
sebelum datang bulan yang makin bertambah sakit sampai pendarahan<br />
berkurang.&nbsp;</p>
<p>
<strong>Apa Penyebab Endometriosis</strong>
</p>
<p>
Sampai saat ini para dokter belum mengetahui alasan yang pasti mengapa<br />
endometrium sampai dapat tumbuh di luar rahim. Sejauh ini hanya<br />
diketahui bahwa endometriosis banyak ditemui di kalangan perempuan yang<br />
keluarganya menderita endometriosis juga. Ada beberapa teori yang<br />
menjelaskan mengapa endometrial implant dapat sampai keluar rahim. </p>
<p>
Terdapat beberapa teori yang diuraikan mengenai hal ini. Diantaranya<br />
ialah adanya kemungkinan darah kotor melimpah atau tumpah ke belakang<br />
rahim melalui saluran fallopian. Ada juga yang mengatakan endometrium<br />
ini dibawa ke tempat lain melalui saluran darah atau saluran kelenjar<br />
dan bisa juga karena wanita-wanita yang sering tertekan jiwanya<br />
(stress). </p>
<p>
<strong>Tanda-tanda Endometriosis</strong>
</p>
<p>
<img src="http://www.indosiar.com/images/news/kata/endroa2.jpg" alt="" width="250" align="right" height="158">Tanda<br />
paling umum adalah rasa sakit yang parah pada perut bagian bawah, bisa<br />
terasa sekali-kali maupun terus-menerus, atau bisa juga terkait dengan<br />
masa menstruasi. Rasa sakit ini seringkali tidak tertahankan sehingga<br />
menyebabkan penderitanya tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa.<br />
Rasa sakit ini sering kali menjadi lebih parah selama berolahraga,<br />
selama berhubungan seks, atau sesudah pemeriksaan panggul. </p>
<p>
Gejala lainnya bisa berupa menstruasi yang sangat berat, sakit punggung<br />
bagian bawah, sulit buang air besar, diare, atau merasa sakit bahkan<br />
mengeluarkan darah ketika buang air kecil. Endometrial implant ini juga<br />
bahkan dapat menekan organ tubuh yang membawa kotoran keluar dari<br />
tubuh, seperti kandung kemih, usus, dan rectum. </p>
<p>
Walaupun demikian, bila kita mengalami gejala-gejala di atas, tidak<br />
serta- merta berarti bahwa kita mengalami endometriosis. Gejala ini<br />
juga mungkin disebabkan oleh hal-hal lain, misalnya infeksi. Oleh<br />
karena itu, kita harus segera ke dokter dan menceritakan apa yang kita<br />
alami dengan lengkap dan jelas. </p>
<p>
Endometriosis bisa juga menyebabkan keguguran pada kehamilan. Penyebab<br />
pastinya belum diketahui, tetapi ada kemungkinan endometriosis<br />
menyebabkan gangguan dalam hormon wanita yang menimbulkan keadaan<br />
keracunan sehingga menganggu pertumbuhan janin. Kadangkala wanita yang<br />
mengidap penyakit endometriosis bisa beberapa kali mengalami keguguran.
</p>
<p>
<strong>Perawatan dan Pengobatan</strong>
</p>
<p>
Bagi wanita yang sering mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan<br />
diatas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Melalui<br />
pemeriksaan terhadap rahim dengan pemeriksaan ultrasound melalui<br />
vaginal sonography. </p>
<p>
Jika terdapat ‘chocolate cyst’ ataupun keadaan rahim yang terbalik<br />
(retroverted), pembedahan akan dilakukan. Pembedahan akan membetulkan<br />
rahim dengan menjahit rahim ke otot perut di bagian depan<br />
(ventro-suspension of the uterus). Setelah ini dilakukan, bagian<br />
peranakan serta bagian sekitarnya akan dibasuh dengan cairan untuk<br />
menghilangkan segala kotoran dan keracunan yang dikeluarkan oleh<br />
endometriosis. Jika pembedahan pada saluran fallopian, tersumbat ketika<br />
pembedahan, maka pembedahan akan dilakukan sekali lagi. </p>
<p>
Selain operasi, perawatan bisa dilakukan dengan minum obat, diantaranya<br />
obat yang mengandung hormon Progesterone. Bahkan seiring dengan<br />
kemajuan ada juga pengobatan dengan cara penyuntikan sebulan sekali.</p>
<p>sumber : Indosiar.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=106&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2008/11/30/endometriosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.nlm.nih.gov/MEDLINEPLUS/ency/images/ency/fullsize/17061.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">end</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.indosiar.com/images/news/kata/endroa2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Racun Alami dalam Bahan Pangan</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2008/11/29/waspadai-racun-alami-dalam-bahan-pangan/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2008/11/29/waspadai-racun-alami-dalam-bahan-pangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 23:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi ekonomi yang tak menentu akhir-akhir ini membuat para ibu harus pintar-pintar untuk mencari bahan pangan murah, dengan risiko buah atau sayur itu sedikit lecet, memar, atau agak layu. Bahan pangan yang tidak segar itu sebenarnya menyimpan &#8220;bom&#8221; waktu bagi kesehatan. Jika salah pengolahannya, bukannya tubuh menjadi sehat tetapi malah keracunan. Untuk itu, penting bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=103&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:verdana,arial,helvetica;font-size:x-small;"><a href="http://portal.cbn.net.id/UserFiles/Image/cybermed/Healthy%20Food/Diet%20zodiak.JPG"><img class="alignleft" title="racun" src="http://portal.cbn.net.id/UserFiles/Image/cybermed/Healthy%20Food/Diet%20zodiak.JPG" alt="" width="208" height="221" /></a>Kondisi ekonomi yang tak menentu akhir-akhir ini membuat para ibu harus pintar-pintar untuk mencari bahan pangan murah, dengan risiko buah atau sayur itu sedikit lecet, memar, atau agak layu. Bahan pangan yang tidak segar itu sebenarnya menyimpan &#8220;bom&#8221; waktu bagi kesehatan.<br />
Jika salah pengolahannya, bukannya tubuh menjadi sehat tetapi malah keracunan. Untuk itu, penting bagi para ibu mengetahui berbagai aneka jenis racun alami yang ada dalam bahan pangan dan bagaimana mencegahnya. Dalam newsletter yang dikeluarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) belum lama ini, diungkap sejumlah racun alami dalam bahan pangan yang patut mendapat perhatian masyarakat, agar tidak menimbulkan keracunan saat mengonsumsinya.<br />
Bahan pangan yang cukup banyak dikonsumsi adalah kentang. Racun alami yang dikandung kentang termasuk dalam golongan glikoalkaloid dengan dua macam racun utama yaitu solanin dan chaconine. Biasanya racun yang dikandung oleh kentang berkadar rendah dan tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia.<br />
Meskipun demikian, kentang yang berwarna hijau, bertunas dan secara fisik telah rusak atau membusuk dapat menyebabkan glikoalkaloid dalam kadar yang tinggi. Racun tersebut terutama terdapat pada daerah yang berwarna hijau, kulit atau daerah dibawah kulit.<br />
Kadar glikoalkoid yang tinggi dapat menimbulkan rasa seperti terbakar di mulut, sakit perut, mual dan muntah. Sebaiknya kentang disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering serta dihindarkan dari paparan sinar matahari atau sinar lampu. Untuk mencegah terjadinya keracunan sebaiknya kentang dikupas kulitnya dan dimasak sebelum dikonsumsi.<br />
Bahan pangan Bayam. Sayuran yang satu ini banyak dikonsumsi ibu rumah tangga karena kandungan gizi yang melimpah. Namun, jika tidak hati-hati bayam bisa meracuni akibat asam oksalat yang banyak terkandung dalam bayam. Asam oksalat yang terlalu besar dapat mengakibatkan defisiensi nutrient, terutama kalsium.<br />
Selain itu, asam oksalat juga merupakan asam kuat sehingga dapat mengiritasi saluran pencernaan, terutama lambung. Asam oksalat juga berperan dalam pembentukan batu ginjal.<br />
Untuk menghindari pengaruh buruk akibat asam oksalat sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung senyawa itu terlalu banyak.<br />
Bagi penggila sambal, tomat merupakan sayuran yang paling banyak dikonsumsi. Namun, hati-hati terhadap tomat hijau yang memiliki racun alami jenis glikoalkaloid yang dapat menimbulkan perasaan mual dan nyeri perut. Racun itu menyebabkan tomat hijau berasa pahit saat dikonsumsi.<br />
Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya hindari konsumsi tomat hijau dan jangan pernah mengkonsumsi daun dan batang tanaman tomat.<br />
Seledri, tanaman sayuran ini mengandung senyawa psoralen yang termasuk racun golongan kumarin. Senyawa itu bisa menimbulkan reaksi sensitivitas pada kulit jika terpapar matahari.<br />
Untuk menghindari efek toksik psoralen, sebaiknya hindari terlalu banyak mengkonsumsi seledri mentah. Lebih aman jika seledri dimasak sebelum dikonsumsi karena psoralen dapat terurai melalui proses pemasakan.<br />
Singkong mengandung racun linamarin dan lotaustralin, yang keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin terdapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun.<br />
Singkong dibedakan atas dua tipe, yaitu pahit dan manis. Singkong tipe pahit mengandung kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe manis. Jika singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna dikonsumsi maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dapat mengganggu kesehatan.<br />
Gejala keracunan sianida, antara lain menyempitan saluran nafas, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian.Untuk mencegah keracunan singkong, sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong dicuci untuk menghilangkan tanah yang menempel, dikupas lalu direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa hari, dicuci lalu dimasak sempurna baik dibakar atau direbus.<a href="http://garut.go.id/galleries/news/Keracunan.gif"><img class="alignright" title="ra" src="http://garut.go.id/galleries/news/Keracunan.gif" alt="" width="250" height="169" /></a><br />
Singkong tipe manis hanya memerlukan pengupasan dan pemasakan untuk mengurangi kadar sianida ke tingkat non toksik. Singkong yang biasa dijual di pasar adalah singkong tipe manis.<br />
Biji buah-buahan ternyata mengandung racun jenis glikosida sianogenik, terutama pada buah apel, aprikot, pir, plum, ceri dan peach. Walaupun bijinya mengandung racun, daging buahnya tidak beracun.<br />
Jika terkunyah, biji buah yang mengandung hidrogen sianida yang bersifat racun. Gejala keracunan mirip dengan gejala keracunan singkong dan pucuk bambu.<br />
Sebaiknya tidak dibiasakan mengkonsumsi biji dari buah-buahan tersebut. Bila anak-anak menelan sejumlah kecil saja biji buah-buah tersebut, maka dapat menimbulkan gejala keracunan dan pada sejumlah kasus dapat berakibat fatal.<br />
Pucuk bambu atau rebung. Racun alami dalam rebung masuk dalam golongan glikosida sianogenik. Untuk mencegah keracunan, sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak terlebih dahulu dibuang daun terluarnya, diiris tipis lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam selama 9-10 menit.<br />
Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong, antara lain meliputi penyempitan saluran nafas, mual, muntah dan sakit kepala.<br />
Bahan pangan lain yang patut mendapat perhatian adalah zucchini (semacam ketimun) yang mulai banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Racunnya menyebabkan zucchini berasa pahit. Namun, zucchini yang telah dibudidayakan jarang ada yang berasa pahit.<br />
Gejala keracunan zucchini meliputi muntah, kram perut, diare dan pingsan. Sebaiknya hindari mengkonsumsi zucchini yang berbau tajam dan berasa pahit.<br />
Setelah mengetahui semua racun alami ini, masihkah Anda mau bermain-main dengan masalah kesehatan? (Tri Wahyuni) </span></p>
<p><span style="font-family:verdana,arial,helvetica;font-size:x-small;"><br />
Sumber:suarakarya-online.com </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=103&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2008/11/29/waspadai-racun-alami-dalam-bahan-pangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://portal.cbn.net.id/UserFiles/Image/cybermed/Healthy%20Food/Diet%20zodiak.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">racun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://garut.go.id/galleries/news/Keracunan.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setiap 10 Detik 1 Orang Meninggal karena Diabetes</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2008/11/29/setiap-10-detik-1-orang-meninggal-karena-diabetes/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2008/11/29/setiap-10-detik-1-orang-meninggal-karena-diabetes/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 23:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Diabetes melitus atau penyakit kencing manis kini menjadi ancaman umat manusia di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, setiap 10 detik ada satu orang pasien diabetes yang meninggal karena penyakitnya itu. &#8220;Angka itu tidak mengherankan jika melihat penderita diabetes di dunia yang jumlahnya mencapai 330 juta orang,&#8221; kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Departemen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=99&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:verdana,arial,helvetica;font-size:x-small;"><a href="http://www.3-5cav-blackknights.org/images/DiabetesPoster.jpg"><img class="alignleft" title="dm" src="http://www.3-5cav-blackknights.org/images/DiabetesPoster.jpg" alt="" width="250" height="420" /></a>Diabetes melitus atau penyakit kencing manis kini menjadi ancaman umat manusia di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, setiap 10 detik ada satu orang pasien diabetes yang meninggal karena penyakitnya itu.<br />
&#8220;Angka itu tidak mengherankan jika melihat penderita diabetes di dunia yang jumlahnya mencapai 330 juta orang,&#8221; kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Departemen Kesehatan, dr Yusharmen D CommH, MSc dalam peringatan Hari Diabetes Internasional, di Jakarta, Kamis (13/11).<br />
Di Indonesia, menurut dr Yusharmen, angka penderita diabetes juga terbilang tinggi. Diperkirakan, jumlahnya mencapai lebih dari 11 juta orang. Hal itu membuat Indonesia berada pada peringkat keempat setelah Amerika Serikat, India, dan China.<br />
Ia menyebut prevalensi faktor risiko diabetes di Indonesia tertinggi disebabkan faktor obesitas atau kegemukan yang mencapai 18,3 persen dari total populasi penderita diabetes. Faktor penyebab lainnya adalah hiperglikemia (11,3 persen), dan hiperkolesterol (12,9 persen).<br />
Dalam kesempatan yang sama Dr Achmad Rudijanto SpPDKE, Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia, menjelaskan, diabetes merupakan penyakit akibat terganggunya proses metabolisme gula darah di dalam tubuh. Orang dengan diabetes akan mempunyai kadar gula yang sangat tinggi dalam darahnya setelah makan dan menjadi sangat anjlok jika sedang puasa.</span></p>
<p>&#8220;Penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui, tetapi dicurigai kegemukan atau overweight sebagai salah satu faktor pencetus diabetes. Biasanya terjadi pada usia lanjut atau saat usia di atas 40 tahun,&#8221; tuturnya.<br />
Ditambahkan, sebenarnya untuk mengetahui atau mendiagnosis pasien diabetes tidaklah sulit. Gejalanya adalah sering kencing terutama pada malam hari, sering minum, sering makan, tetapi badan malah kurus serta lemas dan mudah mengantuk.<br />
&#8220;Jika menemukan gejala seperti itu, segera konsultasi kepada dokter. Apalagi, saat kita diperiksa, gula darah acaknya melebihi 200 mg/dl, maka keyakinan itu akan makin menguat,&#8221; ujarnya.<br />
Dijelaskan, sering kencing terjadi karena pada orang dengan diabetes akan terjadi penumpukan cairan dalam tubuhnya akibat gangguan osmolaritas darah yang cairan tersebut harus dibuang melalui kencing. Karena banyak cairan yang keluar, maka orang dengan diabetes akan merasa kehausan sehingga menjadi sering minum.<br />
Akibat dari menurunnya kemampuan insulin mengelola kadar gula dalam darah, maka sering terjadi tubuh merespons lain sehingga tubuh dipaksa untuk makan, untuk mencukupi kadar gula darah yang bisa direspons oleh insulin. Jika terlambat makan, tubuh memecah cadangan energi lain dalam tubuh seperti lemak sehingga badan menjadi kurus.<br />
&#8220;Pada pasien DM, kadar gula darah ketika puasa lebih dari 120 mg/dl, sedangkan pada kadar gula darah dua jam setelah makan lebih dari 200 mg/dl. Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan kadar gula darah dalam urine yang hasilnya positif,&#8221; tutur Achmad Rudijanto.</p>
<p>Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang itu mengatakan, sebenarnya ada cara mudah dan murah untuk mencegah diabetes, yaitu jalan kaki minimal 10.000 langkah setiap hari.<br />
&#8220;Untuk berjalan kaki, yang dibutuhkan hanya alas kaki dan baju kaus, namun yang akan kita dapatkan adalah kesehatan yang tidak ternilai harganya,&#8221; ujarnya.<br />
Sebagai gambaran mengapa dibutuhkan jalan 10.000 langkah setiap hari adalah bahwa untuk membakar 1 kalori, orang butuh berjalan kaki sebanyak 25 langkah. Padahal, seseorang makan lebih dari 400 kalori per hari.<br />
&#8220;Jangan anggap enteng permen. Satu buah permen kecil itu memiliki 16 kalori. Untuk membuangnya, kita butuh jalan kaki sebanyak 400 langkah. Untuk menekan jumlah pengidap diabetes, ada baiknya trotoar dalam kota diperbaiki sehingga masyarakat nyaman berjalan kaki,&#8221; katanya.<br />
Dia menambahkan, banyak masyarakat kita yang beranggapan, diabetes hanya akan menjangkiti orang yang suka makan fastfood. Pendapat itu benar, tapi makanan tradisional seperti nasi yang dimakan dengan jumlah yang berlebihan juga bisa menyebabkan diabetes.<br />
&#8220;Setiap orang mempunyai potensi yang sama untuk terkena diabetes. Namun, orang-orang yang memiliki riwayat kesehatan keluarga diabetes berpotensi terkena diabetes lebih dini apabila menjalankan hidup tidak sehat seperti banyak mengonsumi makanan berlemak, bergula, dan kurang beraktivitas,&#8221; katanya.<br />
Menurut Rudijanto, riwayat kesehatan keluarga perlu diperhatikan benar. Jangan hanya dilihat dari kondisi kesehatan ayah dan ibu, tetapi juga kakek, nenek, paman, bibi atau sepupu yang memiliki hubungan darah. &#8220;Kalau salah satu di antara mereka ada yang terkena, hendaknya mulai dari sekarang mengatur pola makan agar tidak menyesal di kemudian hari,&#8221; ucapnya menegaskan.<br />
Perilaku makan yang buruk seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan makanan manis ternyata bisa merusak kerja organ pankreas. Jika tidak segera diantisipasi, organ pankreas akan mengalami kelelahan dan memperberat kerja sel beta. Padahal, sel beta adalah &#8220;produsen&#8221; hormon insulin yang berfungsi mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.<br />
&#8220;Apabila sadar akan kondisi ini, segeralah melakukan perencanaan makan dan banyak melakukan aktivitas fisik karena belum terlambat untuk diperbaiki,&#8221; katanya menegaskan.<br />
Menurut Rudijanto, banyak pasien diabetes yang berumur panjang, asalkan taat menjalankan saran ahli. Tak perlu diet ketat, tetapi cukup melakukan perencanaan makan. Dengan demikian, pasien diabetes tetap bisa menjalani hidup seperti orang lainnya. (Tri Wahyuni)</p>
<p><span style="font-family:verdana,arial,helvetica;font-size:x-small;">Sumber:suarakarya.com<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=99&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2008/11/29/setiap-10-detik-1-orang-meninggal-karena-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.3-5cav-blackknights.org/images/DiabetesPoster.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kandungan Gizi Telur</title>
		<link>http://mietha.wordpress.com/2008/11/26/telur-makanan-berlimpah-gizi/</link>
		<comments>http://mietha.wordpress.com/2008/11/26/telur-makanan-berlimpah-gizi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 03:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mietha</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mietha.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Telur merupakan bahan makanan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dll. Telur mempunyai citarasa yang enak sehingga digemari oleh banyak orang. Telur juga berfungsi dalam aneka ragam pengolahan bahan makanan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=92&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><a href="http://www.anakku.net/files/images/stories/gede/telur.jpg"><img class="alignleft" title="egg" src="http://www.anakku.net/files/images/stories/gede/telur.jpg" alt="" width="225" height="225" /></a><strong>Telur </strong>merupakan bahan makanan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dll. Telur mempunyai citarasa yang enak sehingga digemari oleh banyak orang. Telur juga berfungsi dalam aneka ragam pengolahan bahan makanan. Selain itu, telur termasuk bahan makanan sumber protein yang relatif murah dan mudah ditemukan. Hampir semua orang membutuhkan telur. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Nilai gizi telur </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sebenarnya apa saja kandungan dalam sebutir telur? Berikut adalah tabel nilai gizi telur dalam 100 gram bahan makanan. (100 garam itu, kira-kira 2 butir telur ayam kampung). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Zat gizi</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Telur ayam</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Telur bebek</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Telur penyu</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kalori (kcal)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">162 </span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">189</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">144</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Protein (gr)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">12,8</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">13,1</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">12</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lemak (gr)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">11,5</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">14,3</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">10</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Karbohidrat   (gr)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,7</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,8</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Vitamin A (SI)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">900</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">1230</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">600</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Thiamin (mg)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,10</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,18</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,11</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Vitamin C</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Namun, hati-hati dalam mengkonsumsi telur. Karena selain kandung lemak yang cukup tinggi, telur juga mengandung kolesterol dalam jumlah yang lumayan banyak dibandingkan bahan makanan lain. Kandungan kolesterol di dalam 100 gram telur adalah sekitar 424 mg. Wow, cukup banyak ya. Padahal kita dianjurkan untuk mengkonsumsi kolesterol kurang dari 300 mg perhari. Jadi, mengkonsumsi telur sebaiknya cukup sekitar 2 butir per minggu. </span><span lang="SV">Selang-selingi lauk hewani dengan bahan makanan lain untuk meningkatkan variasi makanan. </span><span lang="NO-BOK">Sesuai dengan pesan dari pedoman umum gizi seimbang (PUGS) yaitu makanlah bervariasi makanan, karena tidak ada satu jenis makanan yang mempunyai kandungan gizi lengkap. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="NO-BOK"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Tips memilih telur </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Pilihlah telur dengan kulit utuh,      tidak retak atau pecah, bersih dan tidak ada noda.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>Jika dilihat dari isinya, telur yang      masih baru mempunyai rongga udara yag kecil, kuning terletak ditengah,      putih telur kokoh. Telur yang sudah lama disimpan, akan mempunyai rongga      udara yang besar sehingga bisa mengapung apabila telur dimasukkan ke dalam      air. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Telur yang mutunya bagus ditandai      dengan tidak adanya suara (koclak/terkocok) waktu telur tersebut digoyang. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span lang="SV">(no 4 dan 5 untuk menentukan mutu telur setelah dipecah dan memerlukan perhitungan yang agak rumit). Kayaknya kalau ibu-ibu belanja, nggak bakalan sempat untuk menghitung ini duluan&#8230;..hehehehe</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">4. Mutu telur juga bisa diukur dengan      Haugh Unit, yaitu pengukuran tinggi putih telur kental dan<br />
berat    telur.      Telur yang segar mempunyai Haugh Unit :100, telur yang baik : 72 dan telur      yang rusak kurang dari 50.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">5. Indeks kuning telur dan Indeks putih      telur juga dapat menetukan mutu telur. Indeks kuning telur (Ikt) merupakan      perbandingan tinggi kuning telur dengan diameternya yang diukur setelah      dipisahkan dari telurnya. Nilai Ikt normal adalah 0,33-0,50. Rata-rata      telur mempunyai Ikt 0,42. </span>Makin lama telur disimpan, nilai Ikt      makin kecil akibat migrasi air.<span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Sedangkan indeks putih telur (Ipt) adalah perbandingan tinggi telur kental dengan rata-rata diameter panjang dan pendeknya. Nilai Ipt telur segar adalah 0,050-0,174. Rata-rata telur mempunyai Ipt 0,090-0,120. Makin lama telur disimpan, Ipt makin kecil akibat degradasi ovomucin yang dipercepat pada kenaikan pH. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mietha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mietha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mietha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mietha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mietha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mietha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mietha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mietha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mietha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mietha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mietha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mietha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mietha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mietha.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mietha.wordpress.com&amp;blog=822974&amp;post=92&amp;subd=mietha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mietha.wordpress.com/2008/11/26/telur-makanan-berlimpah-gizi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a36727e5b856b73b5d7d7301e4e3f7b7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">mietha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.anakku.net/files/images/stories/gede/telur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">egg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
